Genjot Penurunan Stunting, Pemkot Kendari Siap Gelar Intervensi Serentak Mulai Juli 2026

waktu baca 3 menit
Sabtu, 20 Jun 2026 16:31 30 radarkendari.id

RADAR KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat strategi percepatan penurunan stunting di wilayahnya.

Langkah strategis ini akan mengandalkan validitas data riil dari tingkat Rukun Tetangga (RT), penguatan peran Posyandu, serta pelaksanaan intervensi serentak terhadap ibu hamil dan balita yang dijadwalkan mulai bergulir pada Juli 2026.

Rencana besar tersebut mengemuka dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kota Kendari Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (17/6/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa masalah stunting bukan sekadar persoalan kesehatan biasa, melainkan ancaman nyata bagi masa depan generasi muda.

“Anak-anak yang mengalami stunting tidak hanya terhambat pertumbuhan fisiknya, tetapi juga perkembangan kognitifnya. Hal ini pada akhirnya akan memengaruhi produktivitas dan daya saing generasi mendatang. Karena itu, penurunan stunting menjadi prioritas yang harus dituntaskan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif,” ujar Amir Hasan.

Menurut Amir, penilaian kinerja yang dilakukan tahun ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi efektivitas program berjalan, sekaligus memetakan kendala di lapangan.

Ia menekankan bahwa penanganan stunting wajib melibatkan sinergi lintas sektor—mulai dari kesehatan, pendidikan, sanitasi, air bersih, ketahanan pangan, hingga pola asuh keluarga.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria Mahmud, mengungkapkan tantangan terbesar saat ini adalah mencegah munculnya kasus stunting baru.

Saat ini, Dinkes Kendari mencatat ada lebih dari 400 anak stunting yang menjadi sasaran intervensi langsung.

Namun, yang tidak kalah krusial adalah adanya sekitar 12 ribu anak yang masuk kategori berpotensi stunting dan harus segera dipetakan.

Pemkot Kendari kini tengah mengumpulkan data dasar dari sekitar 30 ribu anak di seluruh wilayah kota.

“Kami butuh data dasar dari RT dan kelurahan. Sebelum 1 Juli seluruh data harus sudah masuk. Dari data itu kita akan melihat siapa yang rutin datang ke Posyandu dan siapa yang belum. Di situlah kita bisa mendeteksi calon-calon stunting untuk segera dicegah,” jelas Hasria.

Adapun paket intervensi serentak pada Juli mendatang akan meliputi: Pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu hamil dan balita, yakni Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Pemberian vitamin A, dan Edukasi kesehatan dan pola asuh.

Hasria juga meminta para lurah untuk peka terhadap fenomena sosial seperti pernikahan usia dini dan kehamilan di usia yang belum ideal, karena faktor-faktor tersebut berpotensi besar melahirkan anak stunting.

Upaya pembenahan dari lini terbawah juga disuarakan oleh Ketua Pembina Posyandu Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman.

Ia mengingatkan bahwa Posyandu adalah ujung tombak pelayanan dasar masyarakat.

Berdasarkan data terkini, Kota Kendari memiliki 228 Posyandu.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Posyandu membutuhkan dukungan lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan agar pelayanan kepada masyarakat bisa berlangsung lebih optimal,” tegas Shintya, sembari mengingatkan pentingnya penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Menjawab kebutuhan data cepat tersebut, Lurah Watubangga, Nusman Pagalu, membagikan strategi taktis yang diterapkan di wilayahnya. Ia menginstruksikan pendataan langsung dari tingkat lingkungan terkecil.

“Wilayah warga yang paling tahu tentu RT. Karena itu kami meminta data dari setiap RT, kemudian disetor melalui Kasi Pemerintahan agar proses pendataan lebih cepat dan akurat,” pungkas Nusman.

Melalui kolaborasi mutakhir antara pemutakhiran data RT, pembenahan Posyandu, dan intervensi serentak pada Juli nanti, Pemkot Kendari optimistis dapat menekan angka stunting secara signifikan demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA