
Mewakili Pj Gubernur, Staf ahli Gubernur Sultra La Ode Fasikin saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan patung Haluoleo, Rabu (02/10/2024)
RADARKENDARI.ID-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya memperkuat identitas daerah dan memperingati jasa para pahlawan melalui pembangunan simbol-simbol kebanggaan daerah. Salah satu langkah nyata dalam mewujudkan hal tersebut adalah melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan patung Haluoleo yang berlokasi di kawasan Bandara Haluoleo Sultra, Rabu (02/10/2024).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh adat Tolaki.
Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan patung Haluoleo yang rencananya akan menjadi ikon baru bagi Provinsi Sultra, khususnya di kawasan Bandara Haluoleo dan Lanud Haluoleo. Patung ini diharapkan menjadi landmark penting yang akan memberikan kesan pertama bagi para pengunjung yang datang ke Sultra melalui jalur udara.
Mewakili Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, Staf Ahli Gubernur Sultra, La Ode Fasikin menekankan pentingnya keberadaan patung Haluoleo sebagai simbol yang mampu menginspirasi banyak orang. Menurutnya patung ini tidak hanya sekadar mengenang jasa pahlawan Haluoleo, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan di Sultra, sekaligus mendorong keberhasilan pembangunan di daerah tersebut.
“Haluoleo, memiliki sifat pahlawan yang abadi, patriot dan cinta tanah air. Patung ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya mempertahankan semangat perjuangan dan cinta tanah air demi mencapai kemajuan, baik bagi Sulawesi Tenggara maupun Indonesia secara keseluruhan,” jelas Fasikin.
Dijelaskan, pembangunan patung Haluoleo ini juga sejalan dengan visi besar Indonesia Maju, di mana setiap daerah didorong untuk mengangkat nilai-nilai budaya dan sejarah lokal sebagai bagian dari identitas nasional.
“Melalui patung ini, nilai-nilai perjuangan dan kepahlawanan diharapkan akan terus hidup dalam masyarakat Sultra serta menginspirasi generasi mendatang untuk turut berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa,”harapnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi Patulak, menjelaskan bahwa patung Haluoleo tidak hanya dibangun sebagai elemen estetika atau daya tarik wisata, tetapi juga sebagai simbol perjuangan.
Haluoleo merupakan salah satu pahlawan dari Sultra yang telah berkontribusi signifikan dalam sejarah perjuangan daerah tersebut. Patung ini, menurut Martin, akan menggambarkan identitas heroik Haluoleo yang dikenal dengan sifat kepahlawanan, patriotisme, dan cinta tanah air.
“Patung Haluoleo menelan anggaran Rp 2,6 miliar dari APBD 2024,”kata effendi.
Pembangun patung ditargetkan selesai pada akhir Desember 2024. Dengan demikian, patung ini diharapkan dapat segera dinikmati oleh masyarakat dan pengunjung sebelum tahun baru 2025. “Jangka waktu pengerjaan sampai Desember 2024 mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Husain, Seniman atau Desainer patung Haluoleo mengatakan bahan yang digunakan dalam pembuatan patung ini adalah perunggu dengan desain baju perang ketinggian 6 meter.
“Patung ini akan menjadi ikon Sultra sehingga masyarakat dari luar Sultra lewat jalur udara atau bandara dapat melihatnya,” terangnya. (adm)
Tidak ada komentar