Kepala BI Sultra, Edwin Permadi RADAR KENDARI – Perkembangan inflasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Agustus 2026 menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) Sultra, daerah ini mengalami deflasi sebesar 0,31 persen secara bulanan atau month to month (mtm).
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, mengatakan deflasi tersebut sejalan dengan normalisasi harga pangan setelah masa panen serta terkendalinya harga energi dan transportasi.
“Inflasi Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026 mengalami deflasi, namun tetap dalam kendali,” kata Edwin.
Meski secara bulanan mengalami deflasi, secara tahunan inflasi Sultra tercatat sebesar 3,19 persen (year on year/yoy). Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
Inflasi tahunan Sultra juga tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,35 persen pada periode yang sama.
Secara bulanan, deflasi Sultra terutama didorong oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan dan kebutuhan rumah tangga.
Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi antara lain tomat sebesar minus 0,08 persen, ikan layang minus 0,07 persen, serta kangkung dan bahan bakar rumah tangga yang masing-masing memberikan andil minus 0,04 persen.
Di sisi lain, sejumlah komoditas masih memberikan tekanan terhadap inflasi. Kacang panjang dan pendidikan tinggi masing-masing memberikan andil sebesar 0,03 persen, sementara angkutan udara memberikan andil sebesar 0,02 persen.
Edwin mengatakan pengendalian inflasi tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta berbagai instansi terkait dalam menjaga stabilitas harga, terutama komoditas pangan.
Kinerja pengendalian inflasi Sultra juga mendapat pengakuan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi yang digelar pada 24 September 2026.
Dalam ajang tersebut, sejumlah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari Sultra berhasil mencatatkan prestasi di tingkat regional Sulawesi.
TPID Kabupaten Kolaka Timur meraih Juara I TPID Berprestasi tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi. Kemudian TPID Kabupaten Bombana meraih Juara II TPID Berprestasi tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi.
Sementara itu, TPID Kota Baubau meraih Juara II TPID Berkinerja Terbaik tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi. Adapun TPID Provinsi Sultra meraih Juara III TPID Berkinerja Terbaik tingkat provinsi se-Sulawesi.
Capaian tersebut dinilai menjadi gambaran dari upaya bersama dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas pangan, berjalan secara efektif.
Menurut Edwin, capaian tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah kabupaten dan kota lainnya di Sultra untuk terus menghadirkan inovasi dalam menjaga stabilitas pangan.
Pengendalian inflasi, kata dia, perlu dilakukan secara tepat sasaran dan berkelanjutan agar stabilitas harga tetap terjaga serta daya beli masyarakat dapat terlindungi.
Sinergi antara pemerintah daerah, BI dan instansi terkait pun menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai risiko tekanan harga dapat diantisipasi sejak dini.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar