Kemenag Sultra Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Bentuk Karakter Unggul Siswa Madrasah

waktu baca 2 menit
Minggu, 3 Agu 2025 00:20 139 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID, Konawe, Sulawesi Tenggara – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru dan membentuk karakter siswa madrasah yang humanis, moderat, dan berdaya saing global.

Acara ini diselenggarakan dalam kegiatan peningkatan profesionalisme guru di Aula MAN 1 Konawe, pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

Kegiatan yang dihadiri oleh guru Madrasah KKM, MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Konawe ini dibuka secara langsung oleh Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pendidikan madrasah untuk tidak hanya mencerdaskan otak, tetapi juga menumbuhkan nurani dan membentuk karakter siswa di tengah tantangan global.

Kurikulum Berbasis Cinta: Implementasi Program Astra Protas

H. Muhamad Saleh menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan implementasi dari program Astra Protas yang digagas oleh Menteri Agama RI, H. Nasaruddin Umar, yang fokus pada peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan.

“Kurikulum berbasis cinta adalah kurikulum yang menanamkan nilai kasih sayang, empati, toleransi, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sesama serta lingkungan,” jelas Saleh.

“Nilai-nilai ini harus menjadi napas dari setiap proses pembelajaran di madrasah.”

Ia juga merinci lima pilar cinta yang harus ditanamkan kepada peserta didik, yaitu:

* Cinta kepada Sang Pencipta.

* Cinta kepada diri sendiri dan sesama.

* Cinta lingkungan.

* Cinta kepada ilmu pengetahuan.

* Cinta kepada bangsa dan negara.

Menurutnya, pendidikan dengan pendekatan ini akan melahirkan generasi yang cerdas intelektual, matang emosional, dan kuat spiritual.

Pada kesempatan tersebut, H. Muhamad Saleh juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya workshop ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun madrasah yang lebih humanis, moderat, dan berdaya saing global.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pertukaran ide dan penguatan praktik baik dalam pengembangan kurikulum madrasah di masa depan.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Konawe, Kepala Madrasah se-Kabupaten Konawe, serta sejumlah pejabat Kemenag Sultra.

Secara simbolis, Kakanwil juga menyerahkan buku Pendidikan Pancasila kepada Kepala MIN 1 Konawe, Kepala MTsN 2 Konawe, dan Kepala MAN 1 Konawe.

Mengakhiri sambutannya, H. Muhamad Saleh mengajak seluruh peserta untuk menjadikan cinta sebagai dasar dalam setiap langkah mendidik.

“Karena dengan cinta, kita bukan hanya mengajar, tapi juga menginspirasi dan menanamkan nilai kehidupan,” pungkasnya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA