Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memacu program literasi dan inklusi keuangan di wilayah Bumi Anoa.
Meski dihadapkan pada tantangan geografis kepulauan, OJK Sultra optimistis target inklusi keuangan nasional sebesar 91 persen dapat tercapai pada Desember 2025 mendatang.
Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya, mengungkapkan data terbaru yang menunjukkan adanya kesenjangan (gap) antara penggunaan produk keuangan dengan pemahaman masyarakat.
Saat ini, tingkat inklusi keuangan di Sultra telah mencapai 83 persen, namun tingkat literasi atau pemahaman masyarakat baru berada di angka 63 persen.
“Ini artinya, masih banyak masyarakat yang menggunakan layanan keuangan tanpa memahami produk dan risikonya secara mendalam,” ujar Bismi Maulana di Kendari, (26/10/2025).
Bismi menegaskan bahwa sisa waktu menuju akhir tahun 2025 akan dimaksimalkan untuk mengejar target nasional.
Salah satu strategi utamanya adalah menjadikan momentum Bulan Inklusi Keuangan (BIK) sebagai motor penggerak edukasi.
Dalam upayanya, Bismi mengakui kondisi Sultra memiliki tantangan tersendiri. Karakteristik wilayah yang terdiri dari banyak pulau dan daerah terpencil (remote area) menjadi hambatan dalam pemerataan edukasi.
Selain itu, kendala infrastruktur digital juga masih terasa di beberapa titik yang belum terjangkau akses internet secara merata.
“Meski begitu, masih ada beberapa tantangan kami dalam meningkatkan literasi, diantaranya kondisi geografis dan demografis,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterbatasan jaringan internet membuat edukasi digital melalui media sosial tidak bisa menjadi satu-satunya solusi.
Menyikapi kendala tersebut, OJK Sultra menerapkan pendekatan langsung atau “jemput bola”.
Bismi menegaskan komitmennya untuk turun langsung ke lapangan demi memastikan masyarakat, bahkan yang berpendidikan rendah sekalipun, dapat memahami materi keuangan.
“Kalau keterbatasan internet, kita harus datang. Kalau pendidikannya rendah, kita harus berkali-kali (edukasi). Kita buat materi yang lebih simpel,” tegas Bismi.
Menutup pernyataannya, Bismi menyampaikan pandangan optimisnya dalam menghadapi hambatan di lapangan.
“Bagi saya, tantangan itu harus kita ubah jadi tentengan,” pungkasnya.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar