Kota Kendari mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Oktober 2026. Meski demikian, inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) masih tercatat sebesar 4,47 persen. RADAR KENDARI – Kota Kendari mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Oktober 2026. Meski demikian, inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) masih tercatat sebesar 4,47 persen.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari, Sultriawati Efendi, S.P., M.S., dalam kegiatan Rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota Kendari Bulan Oktober 2026 di Aula Rapat Lantai II Kantor BPS Kota Kendari, Senin (2/11/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Kendari, Dr. Ir. Nismawati, M.Si.
Dalam arahannya, Nismawati menegaskan pentingnya pemantauan perkembangan harga kebutuhan masyarakat sebagai salah satu langkah menjaga stabilitas perekonomian daerah.
Menurutnya, data indeks harga konsumen dan inflasi menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi.
Ia juga menekankan perlunya sinergi dan koordinasi antara Pemkot Kendari, BPS, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kestabilan harga barang dan jasa.
Sementara itu, berdasarkan pemaparan BPS, inflasi Kota Kendari secara tahun kalender (year-to-date/ytd), yakni perbandingan Oktober 2026 terhadap Desember 2025, tercatat sebesar 4,15 persen.
Jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi bulanan terutama dipengaruhi penurunan harga pada sejumlah kelompok.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi tertinggi sebesar 1,32 persen dengan andil deflasi 0,14 persen.
Disusul kelompok pakaian dan alas kaki yang mengalami deflasi 1,17 persen dengan andil 0,05 persen. Kemudian kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi 0,17 persen dengan andil 0,05 persen.
Sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,27 persen dengan andil 0,03 persen.
Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mencatat kenaikan harga. Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,77 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,12 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga mengalami inflasi 0,16 persen dengan andil 0,01 persen.
Kenaikan turut terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,01 persen.
Adapun kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,05 persen. Begitu pula kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang mengalami deflasi 0,02 persen.
Pergerakan tersebut menunjukkan dinamika harga barang dan jasa di Kota Kendari masih dipengaruhi oleh kenaikan maupun penurunan harga pada berbagai kelompok pengeluaran.
Pemerintah Kota Kendari diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan BPS dan pihak terkait dalam memantau perkembangan harga serta mengambil langkah strategis pengendalian inflasi.
Upaya tersebut penting untuk menjaga stabilitas perekonomian daerah, mengendalikan harga kebutuhan pokok, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar