Laba Rp6,78 Triliun, CIMB Niaga Siap Bagi Dividen dan Tancap Gas 2026

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Apr 2026 20:30 49 radarkendari.id

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank CIMB Niaga Tbk resmi menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian tahun buku 2025, sekaligus menetapkan pembagian dividen tunai hingga maksimal 60 persen dari laba bersih atau sebesar Rp4,07 triliun.

Keputusan tersebut diambil dalam RUPST yang digelar pada Jumat (17/4/2026), sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas kinerja positif perseroan sepanjang 2025. Diketahui, laba bersih (bank only) CIMB Niaga mencapai Rp6,78 triliun.

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal Fransiska Oei menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi performa serta fundamental bisnis yang sehat. Ia menegaskan, strategi Forward30 akan terus menjadi pijakan untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

“Ke depan, kami optimistis dapat mempertahankan kinerja yang baik sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah, masyarakat, dan pemegang saham,” ujarnya.

Selain pembagian dividen, RUPST juga menetapkan sejumlah agenda penting lainnya, termasuk penunjukan kembali Kantor Akuntan Publik afiliasi PricewaterhouseCoopers untuk audit laporan keuangan 2026.

Dari sisi tata kelola, pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali Didi Syafruddin Yahya sebagai Presiden Komisaris, serta Sri Widowati dan Farina J. Situmorang sebagai Komisaris Independen.

Pada jajaran Dewan Pengawas Syariah, M. Quraish Shihab kembali dipercaya sebagai Ketua, didampingi Yulizar Djamaluddin Sanrego, serta anggota baru Hamim Ilyas yang menggantikan posisi sebelumnya.

Sementara itu, susunan direksi juga mengalami perubahan dengan pengangkatan Budiman Tanjungsebagai Direktur baru. Ia dinilai memiliki pengalaman panjang di sektor perbankan, khususnya di bidang jaringan dan digital banking.

RUPST turut menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp480 juta sebagai bagian dari kebijakan remunerasi berbasis kinerja bagi manajemen.

Tak hanya itu, perseroan juga memperbarui Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan), perubahan anggaran dasar, serta melaporkan realisasi program keuangan berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip ESG.

Sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia, CIMB Niaga terus memperkuat layanan digital dan inovasi finansial. Hingga akhir 2025, perseroan didukung lebih dari 11 ribu karyawan, ratusan jaringan kantor, serta ratusan ribu titik layanan transaksi di seluruh Indonesia.

Dengan berbagai keputusan strategis tersebut, CIMB Niaga optimistis melangkah lebih kuat di tahun 2026, sekaligus mempertegas komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA