Lurah Lalowaru Benarkan Keberadaan Peternakan Ayam Potong, Diduga Jadi Sumber Wabah Lalat

waktu baca 2 menit
Kamis, 28 Mei 2026 14:09 129 radarkendari.id

MORAMO UTARA – Masyarakat Kelurahan Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tengah dikepung oleh wabah lalat yang meresahkan.

Kawanan serangga ini mulai menyerbu pemukiman warga sejak sehari sebelum perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, dan kondisinya kian memprihatinkan hingga hari ini, Kamis (28/05/2026).

Menanggapi keluhan tersebut, Lurah Lalowaru, Erwin, membenarkan adanya wabah lalat yang menyerang wilayahnya.

Ia juga mengonfirmasi bahwa salah satu sumber ledakan populasi lalat tersebut berasal dari peternakan ayam potong yang beroperasi di sekitar pemukiman warga.

“Ada (peternakan ayam di Kecamatan Moramo Utara, Konsel), termasuk dari perusahaan PT S,” ujar Erwin saat dikonfirmasi mengenai kondisi di wilayahnya, Kamis (28/05/2026).

Kehadiran lalat dalam jumlah yang tidak wajar ini diduga kuat bersumber dari tata kelola limbah peternakan yang kurang optimal.

Lalat tidak hanya hinggap di luar rumah, tetapi sudah masuk ke ruang tamu, kamar tidur, hingga ke area dapur, sehingga mengancam kesehatan dan kenyamanan warga.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi ini karena dinilai sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat menyajikan makanan untuk keluarga di momen Lebaran.

Menurut Daeng, salah seorang warga Kelurahan Lalowaru, kondisi ini membuat masyarakat merasa sangat tidak nyaman, terlebih momen ini bertepatan dengan hari raya di mana banyak warga yang berkumpul.

“Sangat resah kami di sini. Lalatnya banyak sekali, sampai-sampai mau makan saja susah karena harus terus-terusan mengusir lalat. Kejadiannya ini pas satu hari sebelum Lebaran Iduladha kemarin, tiba-tiba lalat langsung banyak sekali masuk ke rumah,” ujar Daeng dengan nada kesal.

Keluhan senada juga disampaikan oleh warga lainnya, Ode. Ia menduga kuat bahwa ledakan populasi lalat ini dipicu oleh tata kelola limbah dan kebersihan kandang yang buruk dari peternakan ayam potong tersebut.

Warga mendesak pihak pengelola peternakan dan pemerintah setempat untuk segera mengambil tindakan nyata.

“Kami menduga ini gara-gara peternakan ayam potong yang ada di dekat sini. Kemungkinan karena masalah kebersihan kandang atau kotorannya yang tidak dikelola dengan baik. Kalau dibiarkan terus, kami khawatir anak-anak di sini bisa kena penyakit, seperti diare atau muntaber. Harus ada tindakan dari pemilik peternakan atau pemerintah,” tegas Ode.

Warga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi peternakan ayam tersebut.

Langkah cepat berupa penyemprotan (fogging/disinfeksi) dan pembenahan sistem limbah sangat dinantikan demi mengembalikan kenyamanan serta menjaga kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA