Andi Alif Badawi Harist (tengah) bersama Sang Ayah Haris Andi Surahman (paling kiri) dan Ibunda Tercinta Israwaty Amir Manab (paling kanan) sempatkan foto bersama. Kendari – Prestasi ditorehkan Andi Alif Badawi Harist, Putra Suku Tolaki Sulawesi Tenggara ini berhasil menembus enam Perguruan tinggi terkemuka di Dunia.
Andi Alif Badawi Harist (18) pemuda asal Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara merupakan Putra pasangan Haris Andi Surahman dan Israwaty.

Andi Alif Badawi Harist bersama keluarga.
Andi Alif Badawi Harist lolos pada enam Perguruan tinggi didunia melalui program Beasiswa Indonesia Maju (BIM) dari Kemendikbud. Ia pun tercatat sebagai satu dari ratusan pemuda lainnya yang akan menuntut ilmu diluar negeri.
Mendapatkan informasi jika dirinya lolos pada enam Perguruan tinggi dunia membuat terus bersyukur.
“Tentunya saya sangat senang karena saya yang berasal dari sekolah negeri Indonesia, bisa diterima di universitas terbaik dunia. Yang lebih membahagiakan lagi kuliah saya 100 persen akan dibiayai oleh pemerintah dengan beasiswa Indonesia Maju (BIM) dari Kemendikbud RI,” kata Alif.
Lolos menjadi salah satu peserta program BIM bukan perkara mudah, kata Alif, ia berkisah awalnya mengikuti program pertukaran pelajar di Singapura dan Amerika Serikat tetapi karena pandemi Covid-19 program program tersebut dibatalkan.
Beberapa tahun kemudian, dirinya mendapat informasi bahwa ada beasiswa BIM dari Pusat Prestasi Nasional. BIM adalah Beasiswa Indonesia Maju untuk siswa-siswi SMA Indonesia yang berprestasi. “Jadi akhirnya saya mendaftar di BIM Program Persiapan S1 Luar Negeri, ” ungkapnya.
Andi Alif menjelaskan, syarat utama untuk mengikuti program tersebut adalah kemampuan untuk berbahasa inggris dengan baik dan prestasi tingkat nasional.
“IELTS (International English Language Testing System) saya 7.5 dan saya juara lomba bisnis tingkat nasional. Dari ribuan pendaftar program BIM, saya adalah salah satu dari 350 peserta yang terpilih,” ungkap Andi Alif.
Lanjut dia, setelah program pembinaan dan mendapatkan Letter of Acceptance (LOA), selanjutnya, peserta ini diseleksi lagi untuk mendapatkan beasiswa Indonesia Maju (BIM) S1 Luar Negeri.
“Alhamdulillah saya mendapatkan LOA di 6 Universitas Luar Negeri yakni University of Illinois at Urbana Champaign (UIUC) Amerika Serikat, University of Toronto Mississauga Kanada,University of Toronto Scarborough Kanada, University of Edinburgh Inggris, Monash University Australia, University of Western Australia,” tuturnya.
Meski diterima di enam Perguruan tinggi terbaik didunia, dirinya memilih untuk berkuliah di University of Illinois at Urbana-Champaign di USA.
Alasannya, ia sangat tertarik dalam program studi Agriculture, Consumer, and Environmental Sciences di kampus tersebut. Pilihan ini sesuai dengan minatnya dibidang bisnis dan pertanian.
“Pertimbangan lain adalah UIUC universitas besar di Amerika yang memiliki kurikulum, fasilitas dan peluang riset yang baik, menurut saya, dapat membantu saya mencapai impian saya untuk memajukan Indonesia di masa mendatang,” kata Andi Alif.
Karena sudah terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa, Andi Alif berjanji akan serius belajar dengan sungguh sungguh dan tekun serta mengambil pengalaman hidup di negara maju.
“Yang paling penting adalah agar ilmu yang saya pelajari di Luar Negeri dapat mendukung visi misi Indonesia 2045. Pesan saya kepada teman-teman semua, teruslah belajar dan bekerja keras untuk meraih cita-citamu,” kata Andi Alif.
“Semoga saya terus bisa berprestasi dan membanggakan keluarga, sekolah dan kampung saya Soropia – Konawe. Sebagai putra daerah konawe, semoga saya bisa ikut membangun daerah sepulangnya saya dari studi nanti,” pungkasnya. (rk)
Tidak ada komentar