Ketua Dewan Kehormatan PWI Sultra, Dr.Rudy Iskandar Ichlas KONAWE SELATAN – Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Rudy Iskandar Ichlas, menekankan pentingnya etika jurnalistik dan tanggung jawab media massa dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik.
Hal ini disampaikannya dalam sesi orientasi calon anggota PWI Sultra yang digelar di Konawe Selatan, Jumat (28/11/2025).
Menurut Dr. Rudy, etika jurnalistik adalah seperangkat prinsip dan pedoman yang mengatur perilaku dan praktik jurnalis.
Pemahaman yang benar dan menyeluruh terhadap prinsip ini sangat fundamental.
“Prinsip adalah sebuah kebenaran yang substantif, yang pokok, yang kita yakini, sehingga kita pedomani. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga integritas, kredibilitas, dan kepercayaan publik terhadap jurnalisme,” tegas Dr. Rudy.
Ia kemudian membedah tiga elemen penting yang menjadi pegangan utama dalam etika jurnalistik:
Pertama, Transparansi: Jurnalis harus transparan mengenai metode peliputan, sumber, dan motivasi di balik pemberitaan untuk memastikan kredibilitas hasil liputan.
Kedua, Akurasi: Informasi yang disajikan wajib akurat, berdasarkan fakta, dan terbebas dari bias personal, sehingga kerja-kerja publik berjalan efektif.
Ketiga, Independensi: Jurnalis harus bebas dari intervensi pihak manapun yang dapat memengaruhi objektivitas pemberitaan.
Independensi ditekankan sebagai pijakan dalam mengutamakan kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi atau pertemanan.
Lebih lanjut, Dr. Rudy Iskandar Ichlas mengingatkan para calon anggota mengenai prinsip penting etika jurnalistik, yakni mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi, sebuah kaidah yang serupa dengan pepatah Latin, Salus Populi Suprema Lex Esto (Kesejahteraan atau keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi).
“Kita sebagai insan pers harus selalu berpijak bahwa kepentingan rakyat adalah yang tertinggi. Dalam kondisi ideal, kesejahteraan rakyat bisa menyimpangi aturan. Idealnya seperti itu,” jelasnya.
Selain itu, ia juga membahas prinsip-prinsip lain seperti privasi—jurnalis harus menghormati hak privasi individu dan tidak mengeksploitasi informasi pribadi, kecuali jika tindakan pribadi tersebut berkaitan dengan kepentingan publik.
Menyentuh tantangan di era modern, Dr. Rudy menyoroti tuntutan pasar yang mengharuskan media untuk tetap kompetitif.
Ia mengingatkan bahwa tantangan bagi media adalah menjaga keseimbangan antara tanggung jawab sosial dan visibilitas di pasar, sambil tetap menjaga sisi-sisi ideal profesi.
Mengakhiri paparannya, Dr. Rudy menegaskan kembali pentingnya tanggung jawab media massa.
“Kekuatan yang dimiliki media massa harus bertanggung jawab menjaga akurasi, objektivitas, dan etika pemberitaan demi menjaga integritas dan kepercayaan publik. Jika kita mau berjuang dengan sehat, tiga hal ini harus Saudara-saudara garis bawahi,” pungkasnya.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar