Perwakilan BEI Sultra, Ricky saat mengedukasi masyarakat dan pelaku UMKM tentang pentingnya memahami literasi keuangan. Kegiatan diikuti masyaraka di Kecamatan Kendari. RADARKENDARI.ID – Di Indonesia, literasi keuangan (financial literacy) telah menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah dan lembaga keuangan.
Terdapat kekhawatiran, bahwa masyarakat cenderung kurang memahami konsep keuangan dan tidak memiliki pengetahuan untuk mengelola dan membuat keputusan keuangan secara cermat.
Berangkat dari hal tersebut, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengedukasi masyarakat dan pelaku UMKM.
Pelatihan berlangsung di Kantor Kecamatan Kendari. Pelatihan literasi keuangan ini dihadiri langsung Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Kendari Hk Arniaty, Camat Kendari Maluadi Poto, Perwakilan BEI Sultra Ricky, perwakilan PT NH Korindo Sekuritas Indonesia Ahmad Ainul Yaqin Al Jaelani, serta masyarakat dan pelaku UMKM setempat.
Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Kendari, Hj Arniaty berharap dengan adanya perhatian khusus terhadap literasi keuangan diharapkan masyarakat lebih berkemampuan dan memiliki keterampilan dalam mengelola dan membuat keputusan keuangan dengan baik, sehingga dapat memberikan kontribusi pada kestabilan sistem keuangan dan dapat mengurangi kerentanan pada sistem keuangan di Indonesia.
“Pelatihan literasi keuangan inklusif ini diharapkan dapat memberikan manfaat terkait pengelolaan keuangan yang lebih baik. Baik warga maupun pelaku UMKM dapat memiliki pemahaman yang baik tentang literasi keuangan akan mampu mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, dapat mengelola arus kas, membuat anggaran, dan mengambil keputusan finansial yang cerdas,” ungkap Arniaty.
Arniaty menambahkan, dengan pemahaman yang baik tentang aspek keuangan dan bagaimana mengoptimalkan pengelolaan keuangan, masyarakat dan pelaku UMKM diharapkan dapat mengembangkan strategi yang lebih baik untuk menghadapi persaingan bisnis yang saat ini kian ketat.
“Lewat pelatihan ini diharapkan juga dapat mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam mengelola keuangan, seperti kemampuan perencanaan keuangan, analisis keuangan, dan pengambilan keputusan finansial yang tepat,” pungkasnya.
(arn/wan)
Tidak ada komentar