OJK Sultra bersama BPR dan Pemkab Konawe meluncurkan 12.969 rekening SimPel di Konawe melalui Program KEJAR untuk memperkuat budaya menabung dan literasi keuangan pelajar. BERITA LENSA – OJK Sultra meluncurkan 12.969 rekening SimPel di Konawe melalui Program KEJAR untuk memperkuat budaya menabung dan literasi keuangan pelajar (Istimewa) Bersama Pemerintah Kabupaten Konawe, PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda), dan sejumlah pemangku kepentingan di SMP Negeri 2 Konawe pada Rabu (29/7/2026).
Peluncuran rekening Simpel tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 sekaligus upaya memperkuat Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Program itu diharapkan mampu memperluas akses pelajar terhadap layanan keuangan formal sejak usia dini.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, kepemilikan rekening tabungan bukan hanya memberikan akses kepada layanan keuangan, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter pelajar agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
“Melalui Program Simpel Konawe Bersahaja, OJK terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya menabung sejak dini. Budaya tersebut merupakan investasi penting dalam mewujudkan generasi yang cerdas finansial, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Bismi Maulana Nugraha.
Menurutnya, keberhasilan Program KEJAR tidak hanya diukur dari jumlah rekening yang berhasil dibuka, tetapi juga dari keberlanjutan budaya menabung di lingkungan sekolah.
“Karena itu, OJK terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, industri jasa keuangan, dan orang tua agar edukasi keuangan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari pelajar.” Bebernya.
Dalam program tersebut, sebanyak 12.969 rekening Simpel dibuka untuk pelajar di Kabupaten Konawe.
Rinciannya, 8.041 rekening diperuntukkan bagi siswa di 40 Sekolah Dasar (SD) dan 4.928 rekening bagi siswa di 26 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selain pembukaan rekening, kegiatan juga dirangkaikan dengan edukasi keuangan kepada para pelajar, sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Konawe, serta kuis interaktif bertema literasi keuangan.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri atas siswa, guru, kepala sekolah, unsur perbankan, dan Pemerintah Kabupaten Konawe.
Bismi menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Melalui Program KEJAR, OJK ingin menjadikan budaya menabung sebagai bagian dari gaya hidup generasi muda, sehingga mampu melahirkan masyarakat yang semakin cerdas finansial, inklusif, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045. (Sri Ariani)
Tidak ada komentar