Kantor OJK Sultra. Foto : HaluoleoNews KENDARI – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, memberikan penjelasan terkait kasus transaksi QRIS misterius yang menimpa salah satu nasabah Bank BCA di Kendari.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak perbankan, OJK menyimpulkan bahwa insiden ini merupakan dampak dari kejahatan siber bermodus phishing, bukan karena kegagalan sistem bank.
Kronologi Kejadian: Saldo Terkuras Tanpa Notifikasi
Kasus ini mencuat setelah seorang warga Kendari, Sherly Karno, mengaku kehilangan saldo di rekening myBCA miliknya secara terus-menerus melalui transaksi QRIS tanpa sepengetahuannya. Sherly baru menyadari kejanggalan tersebut pada 14 Maret 2026 saat memeriksa mutasi rekening.
“Ternyata setiap hari ada transaksi QRIS ke rekening yang tidak saya kenal. Padahal saya tidak pernah klik atau akses apa pun,” ujar Sherly melalui unggahan media sosialnya.
Beberapa poin penting dari pengakuan korban:
Analisis OJK: Data Terduplikasi Sebelum Ponsel Terjual
Menanggapi hal tersebut, Bismi Maulana Nugraha menjelaskan bahwa hasil verifikasi menunjukkan data nasabah sebenarnya sudah terduplikasi oleh peretas sebelum ponsel lama tersebut berpindah tangan.
“Kami menduga ada proses phishing di situ. Data-data di dalam handphone milik nasabah sudah terduplikasi oleh pelaku,” tegas Bismi.
Menurutnya, pelaku sengaja melakukan transaksi secara berantai dengan jam yang acak dan nominal tertentu untuk menghindari kecurigaan.
Karena data aplikasi sudah terduplikasi (cloning), pelaku dapat mengendalikan akses transaksi seolah-olah dilakukan oleh pemilik sah.
Langkah Mitigasi: Tutup Rekening dan Ganti Data
Pihak BCA sendiri telah menyarankan nasabah untuk melakukan penutupan rekening sebagai langkah pengamanan utama.
Bismi menambahkan bahwa dalam kasus phishing, solusi paling efektif adalah memutus akses peretas secara total.
Rekomendasi Keamanan dari OJK Sultra:
Bismi meyakinkan masyarakat bahwa sistem keamanan perbankan saat ini sudah sangat ketat dengan fitur Two-Factor Authentication.
Namun, kewaspadaan pengguna dalam menjaga kerahasiaan data pribadi tetap menjadi kunci utama dalam menghindari kejahatan siber.
Hingga berita ini diterbitkan, pewarta media ini masih berupaya menghubungi pihak bank BCA untuk mendapatkan hak jawab (klarifikasi) atas pemberitaan ini.
Penulis: Agus Setiawan
Tidak ada komentar