Pastikan Harga Pangan Stabil Selama Ramadan, Kadis Ketapang Kendari Sidak Pasar Mandonga

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Mar 2026 08:31 144 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Menjelang Idul Fitri, Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari memperketat pengawasan harga dan stok komoditas pangan di lapangan.

Kepala Dinas Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) bersama tim Satgas Pangan dari Polda Sultra dan instansi terkait untuk memastikan stabilitas harga.

“Kami terus turun melakukan pengawasan dari hulu hingga hilir. Kemarin kami ke Indogrosir, dan pagi ini pukul 08.00 WITA kami memantau langsung Pasar Mandonga sebagai salah satu titik ukur inflasi di Kendari,” ujar Abdul Rauf, Senin (02/03/2026).

Dari hasil pantauan tim gabungan yang terdiri dari Badan Pangan Provinsi, Krimsus, Dinas Perdagangan, hingga enumerator, mayoritas harga komoditas strategis terpantau masih dalam batas wajar. Berikut rincian harga di pasar:

  • Cabai: Tergolong sangat murah di angka Rp30.000 per kg.
  • Bawang: Berada di kisaran Rp40.000 – Rp45.000 per kg.
  • Minyak Goreng: Stabil di kisaran Rp15.500 – Rp15.700.
  • Gula Pasir: Masih sesuai ketentuan di harga Rp17.000 per kg.
  • Beras SPHP: Terpantau aman dan stabil sesuai harga pemerintah.

Meskipun harga mayoritas stabil, Abdul Rauf memberikan catatan khusus pada beras premium dan telur ayam. Beras medium di tingkat pengecer seringkali melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) karena rantai distribusi yang panjang.

“Kami sudah mendekati distributor beras besar seperti Tiga Putri untuk menyuplai ke pengecer di bawah HET, sehingga saat sampai ke konsumen, harganya tidak melampaui batas yang ditentukan,” tegasnya.

Sementara itu, untuk telur ayam, terpantau adanya kenaikan harga hingga Rp62.000 per rak. Hal ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat serta biaya distribusi, mengingat 70% pasokan telur di Sultra masih didatangkan dari luar daerah, seperti Sulawesi Selatan.

Menutup keterangannya, Abdul Rauf menghimbau para pedagang dan distributor untuk tetap menjaga harga tetap terjangkau selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri nanti.

“Mari kita saling bantu di bulan puasa ini. Kami meminta distributor memberi ruang bagi pengecer agar harga tidak melambung, demi membantu pemerintah dan yang terpenting membantu masyarakat mendapatkan pangan murah,” pungkasnya.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA