Plh Wali Kota Kendari, Ridwansyah Taridala. Kendari – Pemerintah belum lama ini menetapkan Kendari sebagai salah satu daerah Proyek Strategis Nasional (KSN) yakni pembangunan Kendari Kawasan Industri Terpadu (KKIT). Itu disambut baik Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Kendari Ridwansyah Taridala.
Menurut Ridwansyah, pembangunan KKIT sangat penting dalam rangka mendukung peningkatan perekonomian daerah. “Kita (Kendari) ini ibu kota provinsi, pembangunan kawasan industri mampu menggeliatkan pembangunan. Adanya investasi seperti ini menjadi berkah dan kita sebagai pemerintah suharusnya memberi kemudahan sepanjang itu sesuai dengan kewenangan kita dan sesuai dengan regulasi,” kata Ridwansyah Taridala, Selasa (06/07/2023).
Lanjut dia, pembangunan KKIT direncanakan di Kawasan Tondonggeu dan sekitarnya seluas 1.700 hektar. Saat ini, progresnya masuk tahap pembebasan lahan yang dibantu oleh Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan sekitar.
Senada, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana mengatakan, Pemkot Kendari mendukung penuh penetapan KIT.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan, pihaknya siap mendukung dari sisi kordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Negara (ATR-BPN) termasuk kordinasi dengan Kemenko Bidang Perekonomian.
“Kawasan Industri Terpadu masuk dalam Program Strategi Nasional (PSN) tahun ini. Pemerintah Kota Kendari senantiasa mendukung program tersebut,” kata Erlis.
Erlis menambahkan, penetapan Kendari sebagai lokasi pembangunan KKIT sudah sesuai dengan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kota Kendari. “Asal tidak bertentangan dengan RTRW tentu kita dukung. Termasuk soal kepemilikan lahan,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kendari Pos, KKIT dibangun melalui investasi China Construcion Third Engineering Bureau Group Co. Ltd. Kawasan ini bakal dibangun di Kelurahan Tondonggeu dan sekitarnya. Adapun luas lahan pembangunan kawasan berkisar 1.700 hektar.
Rencananya, perusahaan asal Tiongkok itu bekerja sama dengan pemerintah bakal membangun smelter dan pabrik baterai. Pembangunan pabrik baterai dimaksudkan untuk memantapkan Indonesia sebagai pemasok baterai global utama.
Disisi lain, pembangunan pabrik baterai dimaksudkan untuk membangun industri hilir sebagai sumber daya pertambangan negara, terutama pemanfaatan nikel. Kehadiran KKIT juga diyakini bisa menyerap puluhan ribu pekerja di Kota Kendari. (rls)
Tidak ada komentar