Pemkot Kendari dan Baznas Salurkan Bantuan Modal Usaha Rp195 Juta Bagi Pelaku UMKM

waktu baca 3 menit
Senin, 25 Mei 2026 11:36 39 radarkendari.id

KENDARI — Menindaklanjuti arahan Wali Kota Kendari, dr.Hj.Siska Karina Imran, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari menggelar kegiatan pelatihan dan sosialisasi (Bimtek) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Senin (25/05/2026).

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penyaluran bantuan modal usaha produktif dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari yang ke-195.

Total bantuan modal usaha yang disalurkan mencapai Rp195 juta yang dialokasikan untuk 195 orang pelaku UMKM yang telah lolos verifikasi Baznas, di mana masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta.

Penyaluran Dilakukan dalam Empat Tahap

Wakil Ketua Baznas Kota Kendari, Achmad Mudair, menjelaskan bahwa karena adanya keterbatasan anggaran serta penyesuaian dengan program kerja lainnya, penyaluran bantuan ini tidak dapat dituntaskan sekaligus dalam satu hari.

“Insyaallah, penyaluran ini akan kita laksanakan dalam empat tahap. Untuk tahap berikutnya akan dilanjutkan pada bulan Juni mendatang demi menyelesaikan komitmen Baznas dengan Pemerintah Kota Kendari bagi 195 penerima sesuai dengan angka hari ulang tahun kota,” ujar Achmad Mudair.

Dorong Kemandirian Ekonomi dan Tekan Kemiskinan

Ketua Baznas Kota Kendari, Amri Natsir, mengungkapkan bahwa bantuan ini sejalan dengan arahan Baznas RI hasil Rakornas lalu, yang menginstruksikan minimal 50% dari total pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) harus diperuntukkan bagi program ekonomi produktif atau bantuan modal usaha.

Melalui pelatihan ini, Baznas tidak sekadar melepas bantuan, melainkan turut memberikan motivasi dan pendampingan.

Amri Natsir juga memberikan simulasi optimistis mengenai potensi perputaran modal tersebut.

Menurutnya, jika modal Rp1 juta dikelola dengan baik hingga mampu menghasilkan omset penjualan Rp1 juta per hari dengan keuntungan 20 persen, pelaku usaha bisa mengantongi Rp200 ribu per hari.

Dalam sebulan, pendapatan bersih bisa mencapai Rp6 juta—sebuah angka yang dinilai luar biasa untuk meningkatkan taraf hidup.

“Harapan kita, mereka yang hari ini dibantu sebagai mustahik (penerima zakat), ke depan usahanya bisa berkembang pesat sehingga pada saatnya nanti mereka bisa naik kelas menjadi muzakki (pemberi zakat), infak, dan sedekah.

Jika ini berjalan, otomatis tingkat kesejahteraan meningkat dan menekan angka kemiskinan di Kota Kendari,” harap Amri Natsir.

Bagian dari Kebijakan Strategis Pemerintah Kota

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kendari, Dr. Sapril, menegaskan bahwa program kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari kebijakan strategis Pemerintah Kota Kendari dalam mengintervensi kesejahteraan masyarakat bawah.

Ada empat poin utama yang menjadi target pemerintah melalui program ini: menurunkan angka kemiskinan, menggerakkan roda ekonomi daerah lewat UMKM, membantu permodalan masyarakat, serta memastikan efisiensi birokrasi tidak menghambat program kerakyatan.

“Kita tidak hanya melihat dari nilai nominalnya, tetapi bagaimana dana yang dikumpulkan dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat di Baznas ini dikembalikan lagi untuk menstimulus modal usaha mikro kecil agar berkembang. Kami berharap tahun depan mereka tidak lagi menjadi penerima, melainkan sudah menjadi pihak yang menyetor zakat ke Baznas,” pungkas Dr. Sapril.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA