Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pj Gubernur Sampaikan Makna ‘Tradisi Male’

waktu baca 4 menit
Senin, 30 Sep 2024 14:36 91 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID-Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H/2024 M, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sultra menggelar  acara yang berlangsung meriah di Aula Bahteramas, Pemprov Sultra, pada Senin (30/9). Acara ini mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Penguatan Implementasi Pengamalan Ajaran Islam yang Rahmatan Lil Alamin”. Giat dibuka langsung Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto.

Pj Gubernur Sultra, Abdap Budhi Revianto didampingi Sekda Sultra,H. Asrun Lio dan Ketua DWP Sultra, Hj. Munanah Asrun Lio pose bersama panitia kegiatan dalam hal ini Kepala Biro Kesra Setda Sultra, Iwan Susanto dan para panitia dari Biro Kesra Setda Sultra lainya.

Dalam sambutanya, Pj Gubernur Andap Budhi Revianto menekankan pentingnya momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai kesempatan untuk merefleksikan diri dan meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW.

“Peringatan Maulid bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi merupakan momen untuk mengevaluasi diri dan bagaimana kita sebagai umat muslim dapat mengimplementasikan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,”kata Andap.

Andap mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang memiliki sifat mandiri dan berakhlak mulia. Salah satu filosofi yang beliau sampaikan dalam acara tersebut adalah tentang pentingnya mengimplementasikan ajaran-ajaran Rasulullah SAW. “Jika kita hanya mendengar dan mengatakan, kita akan mudah lupa. Namun, jika kita mengimplementasikan, kita akan ingat selamanya,” ungkapnya.

Andap juga menegaskan pentingnya melihat kondisi lapangan dan memahami bagaimana ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Gubernur juga menyampaikan apresiasinya terhadap tradisi Male, sebuah tradisi khas Sultra yang selalu hadir dalam peringatan Maulid Nabi. Tradisi ini, menurut beliau, memiliki filosofi mendalam yang mengingatkan pada akhlak dan sifat-sifat mulia Rasulullah SAW.

Pj Gubernur  turut memberikan penjelasan mendalam mengenai filosofi dari tradisi male yang begitu identik dengan perayaan Maulid di Sultra. Male adalah seni merangkai kertas warna-warni yang dipadukan dengan telur ayam dan tusuk bambu, yang kemudian dihias sedemikian rupa sehingga menyerupai berbagai bentuk, seperti masjid, rumah dan hiasan lainya. “Hiasan-hiasan ini tidak hanya mempercantik perayaan, tetapi juga mengandung makna filosofis yang mendalam,”jelasnya.

Telur ayam dalam hiasan male menggambarkan sosok Rasulullah SAW yang merupakan individu mandiri. Sebagaimana telur yang memiliki kekuatan dari dalam untuk menciptakan kehidupan, demikian pula Rasulullah SAW digambarkan sebagai figur yang mampu berdiri sendiri dengan kebesaran jiwa dan kemandirian.

Bambu lurus yang digunakan sebagai wadah telur dalam male mencerminkan kelurusan tindakan dan pikiran Rasulullah SAW. Filosofi ini menekankan bahwa setiap perbuatan yang dilakukan haruslah dilandasi dengan niat yang lurus dan pikiran yang positif, sebagaimana akhlak Nabi yang selalu mengedepankan kejujuran dan kebijaksanaan dalam setiap tindakannya.

Selain itu, batang pohon pisang yang digunakan dalam hiasan male juga memiliki makna penting. Pj Gubernur menjelaskan bahwa pohon pisang melambangkan sifat Rasulullah SAW yang selalu memberikan manfaat bagi sesama manusia. Seperti halnya pohon pisang yang tidak akan mati sebelum memberikan manfaat kepada manusia, demikian pula Rasulullah SAW yang selalu berusaha memberikan manfaat bagi umatnya sepanjang hidupnya.

“Terakhir, makna filosofis dari ketan dalam tradisi male diibaratkan sebagai simbol ukhuwah Islamiyah yang kokoh dan utuh. Ketan, yang dikenal karena sifatnya yang lengket dan erat, melambangkan persatuan dan kesatuan umat Islam yang harus terus dipupuk agar semakin kuat,”paparnya.

Andap  mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi ini bukanlah sekadar perayaan biasa. Ini adalah kesempatan bagi seluruh umat Islam untuk meningkatkan iman dan takwa mereka kepada Allah SWT. “Perayaan Maulid Nabi bukan hanya seremoni, tetapi juga bagaimana kita meningkatkan iman dan takwa kita,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut, khususnya kepada Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sultra, Iwan Susanto, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia, serta Ketua DWP Sultra, Ibu Hj. Munanah Asrun Lio, yang turut berperan dalam mensukseskan acara ini.

Sebagai penutup, Andap mengajak seluruh peserta untuk senantiasa mengecas diri, saling mengingatkan, dan terus mengajak dalam kebaikan. “Mari kita cas diri, saling mengingatkan dan mengajak dalam kebaikan. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2024, semoga kita semua dapat terus meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah,” pungkasnya.

Kepala Biro Kesra Setda Sultra yang juga merupakan ketua panitia kegiatan, Iwan Susanto mengatakan acara ini menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen Pemprov Sultra dalam melestarikan tradisi sekaligus memperkuat implementasi ajaran Islam yang penuh rahmat bagi masyarakat. Kegiatan ini merupakan kerjasama Pemprov Sultra dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sultra.

“Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Sultra dapat semakin mendalami dan menerapkan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,”pungkasnya. (adm)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA