Perjuangan Suleha Sanusi Bela Masyarakat Konut Dapat Gangguan Investor ‘Nakal’

waktu baca 2 menit
Senin, 6 Okt 2025 15:33 148 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Konawe Utara, Sulawesi Tenggara – Langkah berani Anggota DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Suleha Sanusi, yang menyuarakan kepentingan masyarakat adat dan tanah ulayat Konawe Utara (Konut) dari ancaman investor tambang menuai dukungan penuh dari tokoh masyarakat setempat.

Aksi Suleha, yang diduga mendapat tekanan balik, disebut sebagai representasi rintihan dan tangisan masyarakat Konut yang terpinggirkan oleh kepentingan pertambangan.

Tokoh Masyarakat sekaligus Pemerhati Lingkungan Konawe Utara, Safrin, menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan Suleha Sanusi adalah langkah yang “benar dan mulia.”

Safrin, yang juga mantan anggota DPRD Konut dua periode, menyampaikan bahwa inti dari surat atau tindakan yang dilakukan Suleha adalah untuk membela kepentingan masyarakat Konut Utara yang terancam.

“Inti daripada surat Ibu Solehah itu membela kepentingan masyarakat khususnya Konut Utara. Karena itu fakta terjadi,” ujar Safrin, Minggu (05/10/2025).

Menurutnya, selama ini masyarakat Konawe Utara selalu tereliminasi dan tidak berdaya terhadap investor penambang yang datang.

Investor kerap berbuat sewenang-wenang hanya dengan mengandalkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

“Mereka datang berbuat sewenang-wenang di daerah kita. Padahal di satu sisi Konawe Utara ini sudah ada ribuan tahun yang lalu. Harusnya investor kita ini datang, harus mereka melihat dari sisi kearifan lokal dan hak ulayat,” tegas Safrin, seraya menambahkan bahwa sekalipun aturan lokal belum sepenuhnya mengaturnya, hak ulayat sudah diakui di banyak daerah.

Dukungan Penuh dan Kecurigaan Intervensi

Meskipun menyadari adanya masalah teknis atau administrasi yang menjadi celah serangan terhadap Suleha, Safrin tetap memberikan salut atas keberaniannya.

Ia menilai, tugas utama anggota dewan adalah menyuarakan kepentingan politis untuk masyarakat.

“Saya lihat Ibu Suleha sudah memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ibu Soleha intinya sudah menyuarakan kepentingan, rintihan, tangisan masyarakat Konawe Utara yang terjadi hari ini,” katanya.

Safrin bahkan berpendapat bahwa seharusnya investor yang merugikan masyarakatlah yang dipidana, bukan anggota dewan yang menyuarakan aspirasi rakyat.

Ia juga mencurigai adanya kemungkinan intervensi dari investor nakal yang merasa terganggu kepentingannya atas perlawanan yang dilakukan Suleha. “Bisa jadi. Mereka terganggu dengan kepentingannya,” tutur Safrin.

Safrin menutup pernyataannya dengan memberikan pesan penyemangat kepada Suleha Sanusi.

Ia menjamin bahwa jika perjuangan ini berujung pada konsekuensi hukum karena membela kepentingan masyarakat, maka hal itu akan lebih mulia.

“Silakan berjuang terus Ibu Suleha. Enggak usah ragu. Kalau tahu dipidana karena memperjuangkan kepentingan masyarakat akan lebih mulia. Kalau Ibu Suleha berjuang untuk kepentingan masyarakat, kalau pada akhirnya dipidana, masyarakat akan ada di belakangmu,” pungkasnya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA