PKLT ini menerapkan konsep Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC), di mana mahasiswa berbagai profesi kesehatan berkolaborasi mengatasi masalah kesehatan masyarakat secara terpadu. RADARKENDARI.ID – Polteknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Kendari menggelar Praktik Kerja Lapangan (PKL) Desa Terpadu tahun 2026 yang mengusung program inovasi bernama SEMANGAT (Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) – Edukasi Kesehatan – Masyarakat Hidup Sehat – Asupan Protein – Normalisasi Imunisasi – Gerakan Anti-Stunting – Aktivitas Fisik – Terapi Komplementer).

Foto bersama dalam penerimaan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Desa Terpadu tahun 2026 Poltekkes Kemenkes Kendari.
Kegiatan ini berlangsung pada 2-12 Februari 2026 di 10 desa Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan yang diikuti 462 mahasiswa dari empat program studi—Keperawatan, Gizi, Teknologi Laboratorium Medik (TLM), dan Kebidanan—dibimbing oleh 58 dosen.
PKLT ini menerapkan konsep Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC), di mana mahasiswa berbagai profesi kesehatan berkolaborasi mengatasi masalah kesehatan masyarakat secara terpadu.
Program SEMANGAT menyasar delapan isu kesehatan prioritas: skrining PTM untuk deteksi dini kolesterol dan hipertensi; edukasi kesehatan promosi pola hidup sehat; asupan protein melalui edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan; anti-stunting berbasis pangan lokal; normalisasi imunisasi peningkatan cakupan dasar; aktivitas fisik via senam sehat dan kerja bakti; masyarakat hidup sehat; serta terapi komplementer meliputi napas dalam, akupresur, bekam, dan sunat massal gratis untuk 100 anak.
Mahasiswa Gizi fokus pada penilaian status gizi dan demonstrasi MPASI berbasis pangan lokal. Mahasiswa Kebidanan menangani pelayanan Kesehatan ibu dan anak, serta promosi kesehatan reproduksi.
Mahasiswa Keperawatan berperan dalam pencegahan PTM melalui skrining, asuhan holistik, edukasi kesehatan, pelaksanaan terapi komplementer, serta sunat massal, sementara mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik (TLM) melakukan pemeriksaan laboratorium, pengujian kualitas pangan, dan tes Hb darah.
Pada acara penerimaan mahasiswa di Auditorium Kantor Bupati Konawe Selatan, Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari, Teguh Fathurrahman, menegaskan pentingnya Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC) dalam PKLT Desa Terpadu ini.
“Konsep IPE dan IPC menjadi kunci utama keberhasilan program SEMANGAT. Melalui kolaborasi antar profesi kesehatan, mahasiswa tidak hanya belajar bekerja tim lintas disiplin, tetapi juga mampu memberikan solusi komprehensif untuk penurunan stunting, pencegahan PTM, dan penciptaan masyarakat hidup sehat. Program ini sepenuhnya mendukung prioritas pemerintah pusat melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pencegahan PTM, sekaligus berkontribusi pada target nasional stunting 14,2% akhir RPJMN 2025-2029,” tegas Teguh Fathurrahman.
Camat Lainea, Andi Mangendre, memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PKLT ini dengan menyediakan fasilitas desa secara maksimal dan mengkoordinasikan seluruh kepala desa untuk memastikan kelancaran program.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Poltekkes Kendari. Program SEMANGAT ini sangat tepat sasaran untuk wilayah pesisir kami yang masih menghadapi tantangan masalah Kesehatan, stunting dan PTM,” ujar Camat Lainena antusias.
Kepala Dinas Kesehatan Konawe Selatan, Nurlita Jaya, memberikan dukungan luar biasa dengan menyediakan fasilitas bahan habis pakai (BHP) kegiatan CKG, mendukung pelaksanaan sunat massal, terapi komplementer, dan berbagai kegiatan lainnya guna menunjang program pemerintah. “Kolaborasi ini luar biasa strategis untuk Konawe Selatan,” tegasnya.
Sementara Sekda Konawe Selatan, Ichsan Porosi, juga memberikan dukungan penuh dengan menyiapkan logistik dan fasilitas pendukung program, berharap PKLT ini menghasilkan intervensi kesehatan berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Program ini sejalan dengan target nasional, menjadikan PKLT Desa Terpadu Poltekkes Kemenkes Kendari sebagai model inovasi kesehatan masyarakat yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar