Program Satu ASN Satu Anak Asuh: Gebrakan Pemkot Kendari Putus Rantai Stunting

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Feb 2026 07:07 234 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat komitmennya dalam memerangi stunting melalui pendekatan yang lebih personal dan terukur.

Tidak hanya melalui program struktural, kini para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Kendari didorong untuk mengambil peran langsung sebagai “orang tua asuh” bagi anak-anak yang terindikasi stunting.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto, menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar tugas dinas kesehatan, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen pemerintah.

“Masalah stunting adalah prioritas nasional. Di Kendari, Ibu Wali Kota Siska Karina Imran menginginkan aksi nyata. ASN bukan lagi sekadar administrator, tapi menjadi garda terdepan yang mendampingi tumbuh kembang anak-anak kita,” ujar Sahuriyanto.

Poin Utama Gerakan ASN Peduli Stunting:

  • Pola Orang Tua Asuh: Setiap pejabat eselon hingga staf dilingkup Pemkot diarahkan untuk memantau perkembangan gizi setidaknya satu anak stunting di wilayah kerja atau tempat tinggalnya.
  • Intervensi Gizi Spesifik: ASN berperan dalam memastikan bantuan asupan nutrisi, seperti telur, susu, dan makanan tambahan, sampai tepat sasaran dan dikonsumsi oleh anak.
  • Edukasi Keluarga: Selain bantuan materi, ASN juga bertugas memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pola asuh dan sanitasi lingkungan yang sehat.

Sahuriyanto menambahkan, Dinas Kominfo berperan aktif dalam memastikan data anak stunting terintegrasi secara akurat.

Dengan data yang valid, intervensi yang dilakukan oleh para ASN menjadi lebih tepat sasaran.

“Kami di Kominfo memastikan alur informasi dan data by name by address itu sinkron. Jadi, setiap ASN tahu siapa yang mereka bantu dan bagaimana perkembangannya setiap bulan. Ini soal transparansi dan efektivitas,” tambahnya.

Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat menurunkan angka prevalensi stunting di Kota Kendari secara signifikan dalam waktu dekat, sekaligus menumbuhkan rasa empati dan jiwa sosial di kalangan birokrasi.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA