Sempat Terombang-ambing di Perairan Batu Atas, Kapal Pa’gae dan 8 Penumpang Berhasil Dievakuasi Selamat

waktu baca 2 menit
Minggu, 28 Jun 2026 12:13 45 redaksi

RADAR KENDARI – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kapal motor GT 21 bernama Kapal Pa’gae resmi ditutup.

Kapal yang mengangkut delapan orang tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami mati mesin dan terombang-ambing di perairan sebelah utara Pulau Batu Atas, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengungkapkan bahwa seluruh penumpang (POB) beserta nakhoda kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

“Pada pukul 19.09 WITA, kami menerima informasi dari pemilik kapal bahwa kapalnya telah berhasil ditarik oleh kapal nelayan setempat menuju Desa Bahari. Delapan orang di atas kapal semuanya dinyatakan selamat,” ujar Amiruddin dalam keterangan persnya.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu, 27 Juni 2026, sekitar pukul 05.30 WITA. Kapal Pa’gae bertolak dari Pulau Siompu dengan tujuan Wanci, Wakatobi.

Namun, sekitar pukul 09.00 WITA, kapal mengalami gangguan teknis berupa mati mesin di tengah laut.

Meskipun kru kapal telah berupaya melakukan perbaikan secara mandiri, usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Menyadari posisi mereka yang mulai terombang-ambing di perairan utara Pulau Batu Atas, mereka akhirnya meminta bantuan evakuasi.

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dengan kecepatan angin mencapai 21 km/jam dari arah timur, serta ketinggian gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter berdasarkan data BMKG.

Keberhasilan evakuasi ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, di antaranya SMC & Staf SMC KPP Kendari, Rescuer Pos SAR Baubau, ABK Rescue Boat (RB) 210, Kepala Desa Bahari, pemilik kapal, serta para nelayan Desa Bahari.

Alut (Alat Utama) yang dikerahkan meliputi Rescue Car, RB 210, kapal nelayan, hingga peralatan medis dan komunikasi SAR.

“Dengan terevakuasinya seluruh korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR terhadap kecelakaan kapal ini dinyatakan selesai dan resmi ditutup,” pungkas Amiruddin.

Berikut adalah data delapan korban selamat dalam insiden tersebut: Rahman (59/Laki-laki) – Nakhoda, Bahar (35/Laki-laki), Pace (19/Laki-laki), Adi (21/Laki-laki), Dili (33/Laki-laki), Tompal (37/Laki-laki), Rahim (30/Laki-laki), dan Amang (19/Laki-laki).

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA