STIE Enam Enam Kendari Sambut Delegasi Filipina, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Internasional

waktu baca 3 menit
Selasa, 15 Sep 2026 16:03 104 redaksi

RADAR KENDARI – STIE Enam Enam Kendari menyambut kedatangan delegasi dari Benguet, Filipina, dalam program Student Exchange, General Lecture, and International Community Service Program yang resmi dibuka pada Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya STIE Enam Enam Kendari memperluas pengalaman internasional mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring dan kerja sama akademik lintas negara.

Delegasi Benguet, Filipina, terdiri atas perwakilan Department of Education Benguet, yakni Dr. Nestor Dalay-on dan Fema E. Acosta. Selain itu, turut hadir lima mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Filipina.

Kelima mahasiswa tersebut masing-masing Kurt Ghilmore C. Odiong dan Lorianne Mae A. Mendoza dari University of Baguio, Ahnzlebe E. Buclay dan April Mon P. Diclas dari Saint Louis University, serta Marviz I. Kiong dari Benguet State University.

Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.S., menyampaikan rasa senang dan kehormatan atas kehadiran delegasi Filipina di kampus tersebut.

Menurutnya, program tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi akademik dan kemitraan internasional antara STIE Enam Enam Kendari dengan mitra pendidikan di Benguet, Filipina.

“Kami merasa sangat senang dan terhormat dapat menyambut delegasi dari Benguet, Filipina, di STIE Enam Enam Kendari. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kolaborasi akademik dan kemitraan internasional yang telah terjalin,” ujar Prof. Abdul Azis.

Ia menjelaskan, program pertukaran mahasiswa, kuliah umum, hingga pengabdian kepada masyarakat internasional tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik.

Program tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan, bertukar gagasan dan pengalaman, memahami perspektif yang berbeda, sekaligus membangun hubungan dan persahabatan antarkomunitas akademik.

“Di tengah dunia yang semakin terhubung, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan mahasiswa tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga dengan wawasan internasional, pemahaman lintas budaya, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan berkolaborasi melampaui batas negara,” jelasnya.

Prof. Abdul Azis menilai kolaborasi dengan Department of Education Benguet, University of Baguio, Benguet State University, dan Saint Louis University menunjukkan adanya komitmen bersama dalam mendorong internasionalisasi pendidikan.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada rangkaian kegiatan yang sedang berlangsung, tetapi dapat berkembang menjadi kemitraan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Kami berharap program ini menjadi awal dari kerja sama yang semakin kuat pada masa mendatang. Ke depan, kerja sama dapat dikembangkan melalui mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, konferensi akademik, pengabdian kepada masyarakat, publikasi bersama, serta berbagai program akademik internasional lainnya,” tambahnya.

Kehadiran mahasiswa dari Filipina juga mendapat sambutan antusias dari mahasiswa STIE Enam Enam Kendari.

Interaksi langsung dalam program tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa kedua negara untuk bertukar pengalaman, mengenal budaya masing-masing, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan akademik internasional.

Melalui pelaksanaan Student Exchange, General Lecture, and International Community Service Program, STIE Enam Enam Kendari berharap hubungan akademik antara Indonesia dan Filipina semakin erat.

Kerja sama tersebut sekaligus diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa, dosen, dan institusi untuk terlibat dalam berbagai program pendidikan internasional pada masa mendatang.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA