Telanjang Dada di Depan Kantor Pusat, Massa Pemuda 21 Sultra Tuntut PT VDNI Diberi Sanksi

waktu baca 2 menit
Minggu, 24 Agu 2025 20:13 16 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID , Jakarta – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Pemuda 21 Sultra-Jakarta menggelar aksi demonstrasi di kawasan kantor pusat PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI), Thamrin, Jakarta pada Jumat (22/8/2025).

Aksi ini menarik perhatian publik karena para demonstran melakukan aksi telanjang dada sebagai bentuk protes.

“Kami telanjang dada sebagai bentuk perlawanan terhadap aksi represif pihak PT VDNI yang memukuli salah satu peserta aksi,” ujar pemimpin demo, Eghy Seftiawan.

Eghy menjelaskan, aksi ini dilatarbelakangi oleh dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh smelter PT VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, selama bertahun-tahun.

Menurutnya, pemerintah terkesan abai dan tidak mengambil tindakan serius terkait masalah ini.

“Kami menuntut DPR RI segera memanggil direksi PT VDNI. Ini masalah serius, jangan hanya dievaluasi, tapi berikan sanksi hukum,” tegas Eghy.

Minta Izin Dicabut

Selain isu lingkungan, massa juga menyoroti berbagai permasalahan lain yang mendera PT VDNI. Koordinator aksi, Asrawan Sumardin, mendesak Kementerian ESDM segera memberikan sanksi dan meninjau ulang perizinan lingkungan serta standar keselamatan kerja perusahaan.

Asrawan juga mengecam PT VDNI yang diduga menunggak pajak miliaran rupiah kepada pemerintah daerah dan dianggap abai terhadap rentetan kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian buruh.

“Ini menunjukkan lemahnya komitmen PT VDNI terhadap standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3),” kata Asrawan.

Massa Pemuda 21 Sultra-Jakarta mendesak pemerintah, melalui Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi, untuk segera mencabut izin operasional PT VDNI.

Mereka juga meminta dibentuknya Tim Investigasi Gabungan yang melibatkan DPR RI, Kementerian ESDM, KLHK, dan Kemenaker untuk menindaklanjuti masalah ini.

Eghy menyatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan berencana melanjutkan aksi di kantor pusat VDNI, Autograph Tower Jakarta, dan Kementerian ESDM RI. “Kami tidak ingin masalah-masalah seperti ini terus terjadi,” pungkasnya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA