Kepala SMAN 11 Kendari Bantah Program MBG Bebani Sekolah: “Anak-anak dan Guru Justru Senang!”

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Apr 2026 09:18 48 radarkendari.id

KENDARI – Kepala SMA Negeri 11 Kendari, La Ode Jaidin, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.

Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis yang sangat dinantikan dan memberikan dampak positif langsung bagi warga sekolah.

Nutrisi Terukur, Bukan Beban

Menanggapi isu bahwa program ini membebani pihak sekolah, La Ode Jaidin membantah keras hal tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh menu yang disajikan telah melalui perhitungan gizi yang ketat dari badan gizi terkait.

“Ini makanan bergizi gratis. Nasinya, dagingnya, sayurnya, sampai telurnya sudah ditakar dan diatur oleh badan gizi. Jadi tidak ada istilah membebani, ini program bagus yang harus kita sukseskan,” ujar Jaidin, Senin (27/04/2026).

Ia juga menambahkan bahwa fleksibilitas menu tetap terjaga melalui komunikasi yang intens. Pihak sekolah rutin berkoordinasi dengan pihak dapur untuk menyesuaikan menu bagi siswa yang memiliki alergi tertentu, misalnya mengganti telur dengan ikan.

Distribusi Lancar dan Transparan

Hingga saat ini, SMAN 11 Kendari belum menemui kendala berarti dalam pendistribusian. Keberhasilan ini diklaim berkat pola komunikasi yang lancar antara satuan pendidikan dan pengelola dapur.

Bahkan, daftar menu untuk hari berikutnya sudah diterima sekolah satu hari sebelumnya.

Menariknya, di SMAN 11 Kendari, manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh para siswa, tetapi juga mencakup para guru.

“Penerimanya sekitar 600-an orang, termasuk guru-gurunya. Kami semua sangat senang,” tambahnya.

Tidak Mengganggu Anggaran Ekstrakurikuler

Terkait kekhawatiran mengenai pemotongan anggaran kegiatan siswa atau ekstrakurikuler akibat program MBG, Jaidin memastikan informasi tersebut keliru.

Ia menjelaskan bahwa seluruh anggaran kegiatan sekolah sudah terakumulasi dengan jelas dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS).

“Program MBG ini program nasional, tidak ada hubungannya dengan anggaran kegiatan siswa. Semua (dana ekskul) sudah ada ruangnya masing-masing di ARKAS. Jadi kalau ada informasi yang bilang dana terpotong, itu keliru sekali,” tegasnya.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA