Warga Kendari tampaknya makin paham betul jalur pintas mengadu ke pemerintah. Buktinya, sepanjang periode 1–30 Juni 2026, nomor darurat Call Center 112 Kota Kendari mendadak “panas” setelah diserbu 2.318 panggilan dari warga. RADAR KENDARI – Punya masalah di Kota Kendari? Jangan cuma dipendam dalam hati, apalagi dijadiin status galau di media sosial.
Warga Kendari tampaknya makin paham betul jalur pintas mengadu ke pemerintah. Buktinya, sepanjang periode 1–30 Juni 2026, nomor darurat Call Center 112 Kota Kendari mendadak “panas” setelah diserbu 2.318 panggilan dari warga!
Tapi tunggu dulu. Di balik ribuan telepon yang masuk, para petugas operator tampaknya harus ekstra sabar.
Pasalnya, dari total panggilan tersebut, ada 748 telepon (alias 32 persennya) yang masuk kategori tidak valid. Isinya? Mulai dari panggilan kosong tanpa suara, sampai kelakuan warga gabut yang iseng alias prank.
Catatan buat warga: Call Center 112 itu gratis dan siaga 24 jam, tapi bukan buat media latihan mental atau teleponan sama mantan, ya!
Meskipun digempur ratusan telepon iseng, untungnya 1.570 panggilan (68 persen) sisanya adalah laporan valid.
Dari ribuan aduan nyata tersebut, tersaringlah 167 tiket laporan resmi yang langsung diteruskan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait.
Berdasarkan data operasional, gelar instansi paling “banyak dicari” oleh warga Kendari jatuh kepada PLN.
Tercatat ada 49 laporan yang masuk terkait urusan setrum-menyetrum ini, dan hebatnya, 100 persen tuntas ditindaklanjuti!
Secara keseluruhan, kecepatan pemerintah dalam mengeksekusi laporan warga mencapai 67 persen. Sebanyak 111 laporan sudah beres total, sementara 56 laporan lainnya masih dalam proses pengerjaan di lapangan.
Kalau dibedah berdasarkan jenis masalahnya, warga Kendari paling sering curhat soal gangguan kelistrikan (korsleting) dan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati. Kedua masalah ini kompak mencatatkan angka 28 kasus.
Tak hanya soal kabel dan lampu, urusan alam dan sosial juga masuk ke meja aduan. Petugas mencatat ada 14 permintaan penebangan pohon (mungkin karena sudah terlalu rimbun atau bikin was-was saat angin kencang), serta 6 laporan terkait penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang meresahkan ketertiban umum. Sisanya? Beragam, mulai dari masalah sampah, keamanan, hingga urusan kesehatan.
Menanggapi ramainya lalu lintas telepon di 112, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, angkat bicara.
Menurutnya, tingginya angka laporan valid ini adalah tanda bahwa masyarakat makin percaya dengan respons cepat pemerintah. Namun, ia juga memberi catatan tegas agar seluruh instansi tidak cepat puas.
“Kami berharap seluruh OPD dapat terus meningkatkan kecepatan respons terhadap setiap laporan masyarakat. Call Center 112 bukan sekadar pusat pengaduan, tetapi menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan akuntabel,” tegas Sahuriyanto.
Jadi, buat warga Kendari, kalau melihat fasilitas umum rusak, ada korsleting, atau butuh bantuan darurat, jangan ragu pencet 112.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar