Warga Pasaeno Kendari Barat, Sundoyo berhasil menata lingkungan di Kawasan MAN 1 Kendari secara mandiri. Upaya itu dilakukan untuk mencegah banjir. RADARKENDARI.ID– Kesadaran akan bahaya banjir membuat Sundoyo, warga Kelurahan Pasaeno, Kecamatan Kendari Barat, bergerak cepat.
Secara mandiri dan kolaboratif, ia melakukan penataan lingkungan, mulai dari perapian saluran drainase hingga pembongkaran Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang dianggap mengganggu kenyamanan.
Sundoyo, mengungkapkan rasa syukurnya atas perubahan wajah lingkungannya. Menurutnya, pembenahan drainase kini telah memberikan rasa aman bagi warga dari ancaman genangan air saat hujan turun.
“Lingkungan sudah rapi sekarang. Drainase sudah bagus, depan pos kamling juga sudah bersih. Semuanya kita tata agar aliran air lancar dan tidak banjir lagi,” ujar Sundoyo, Jumat (30/01/2026).
Salah satu langkah ekstrem yang diambil warga adalah membongkar bak sampah atau TPS di titik tertentu.
Keputusan ini diambil karena lokasi tersebut sebelumnya kerap menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga sekitar.
Sundoyo mengaku terpaksa turun tangan langsung dalam proses pembongkaran tersebut.
“Bak sampah terpaksa saya bongkar sendiri. Bau menyengatnya luar biasa, dan itu sangat mengganggu kami yang tinggal di sini,” tegasnya.
Meski infrastruktur drainase sudah membaik, Sundoyo menyayangkan sikap sebagian oknum warga yang masih belum sadar lingkungan.

Kurangnya kesadaran warga setempat yang masih membuang sampah di sembarang tempat. Padahal kawasan tersebut sudah tertata rapi.
Meski bak sampah telah ditiadakan, masih ada saja warga yang membuang sampah di lokasi bekas TPS tersebut.
“Yang menyedihkan, masih ada orang yang belum sadar. Padahal tempat sampahnya sudah dibongkar, tapi mereka masih buang di situ. Buta hati, tidak ada dukungannya untuk kebersihan lingkungan,” keluh Sundoyo dengan nada kecewa.
Fenomena ini menjadi ironi di tengah upaya Pemerintah Kota Kendari yang sedang gencar-gencarnya melakukan normalisasi drainase di berbagai titik rawan banjir di Kota Lulo ini.
Langkah mandiri warga Pasaeno ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Kendari yang menekankan pentingnya sinergi dalam mencegah bencana banjir.
Kerja bakti masif dan pembenahan saluran air menjadi kunci utama agar kejadian banjir besar di masa lalu tidak terulang kembali.
Harapannya, keberhasilan penataan infrastruktur secara mandiri ini dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
Tanpa disiplin membuang sampah pada tempatnya, drainase yang sudah bagus sekalipun tetap berisiko tersumbat dan memicu banjir di kemudian hari.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar