Terminal Head Pelindo TPK Kendari, Herryanto meninjau arus penumpang di Pelabuhan Kendari. RADARKENDARI.ID – Menanggapi isu yang beredar luas mengenai pembatasan akses bagi driver ojek online (ojol) di kawasan pelabuhan, Terminal Head Pelindo TPK Kendari, Herryanto, memberikan klarifikasi tegas.
Ia memastikan bahwa seluruh area pelabuhan tetap terbuka bagi masyarakat umum, termasuk para driver ojek online maupun konvensional.
Pelabuhan Adalah Milik Publik
Herryanto menekankan bahwa Pelindo merupakan badan usaha operator pelabuhan, bukan lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan larangan akses bagi profesi tertentu.
“Tidak ada aturan kami yang legal yang melarang driver konvensional maupun ojol untuk masuk dan beroperasi di pelabuhan. Pelabuhan ini milik publik, milik masyarakat,” ujar Herryanto, Rabu (08/04/2026).
Ia juga membandingkan sistem di pelabuhan dengan bandara yang memiliki aturan khusus di bawah naungan instansi tertentu.
Untuk Pelindo Kendari, prinsip utamanya adalah keterbukaan akses selama mengikuti prosedur yang berlaku.
Syarat Mudah: Cukup Bayar Karcis Masuk
Herryanto menjelaskan bahwa satu-satunya syarat bagi siapa pun, termasuk driver ojol, untuk beraktivitas di dalam pelabuhan adalah dengan memenuhi kewajiban administrasi masuk yang telah ditetapkan.
Menepis Persaingan Tidak Sehat
Terkait adanya isu tekanan dari asosiasi tertentu yang mencoba membatasi operator lain (seperti Maxim atau Grab), Herryanto menegaskan bahwa pihak Pelindo akan tetap bersikap adil (fair).
Ia tidak ingin ada pihak yang merasa dikucilkan karena pada dasarnya pelabuhan harus bisa diakses oleh semua pencari nafkah.
“Kami tidak bisa bilang hanya kelompok tertentu yang boleh masuk. Selama mereka bayar pas masuk dan menjaga ketertiban, tidak ada alasan bagi kami untuk melarang,” pungkasnya.
Dengan pernyataan ini, diharapkan para driver ojek online di Kota Kendari tidak lagi merasa ragu untuk menjemput atau mengantar penumpang hingga ke dalam kawasan Pelabuhan Kendari.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar