RADARKENDARI.ID – Konawe, Sulawesi Tenggara – Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) terus digencarkan untuk mengatasi kesenjangan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
Di Konawe, Sulawesi Tenggara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) menggelar Training of Trainers (ToT) literasi keuangan bagi mahasiswa Universitas Lakidende pada 10 Juli 2025.
Kegiatan ini bertujuan mencetak mahasiswa sebagai duta literasi keuangan untuk mengedukasi masyarakat.
Sebanyak 130 mahasiswa dan civitas akademika antusias mengikuti pelatihan yang meliputi pengenalan OJK, industri jasa keuangan, pengelolaan keuangan yang baik, dan waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Kepala Bagian Pengawasan PEPK dan LMSt OJK Sultra, Shintia Wijayanti Putri Purnamasari, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi keuangan.
Mahasiswa perlu memahami pengelolaan keuangan yang baik untuk menghindari over consumerism dan gaya hidup konsumtif serta mewaspadai modus penipuan digital yang semakin canggih.
Beberapa modus penipuan yang dibahas antara lain impersonation, penawaran investasi berkedok aset kripto dan robot trading, fake SMS masking, dan pemalsuan bukti transfer menggunakan AI.
Perwakilan Universitas Lakidende menyambut baik kegiatan ini, mengingat maraknya kejahatan digital seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal.
Para peserta aktif bertanya seputar tugas dan fungsi OJK, perlindungan konsumen, perbedaan pinjol ilegal dan legal, serta peran dalam membasmi aktivitas keuangan ilegal.
OJK berharap para duta literasi keuangan ini dapat menyebarluaskan pengetahuan yang didapat kepada keluarga dan masyarakat luas, mendorong penggunaan produk dan layanan keuangan secara bijak, serta mencegah kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal dan judi online.
OJK juga meminta para duta untuk melaporkan realisasi kegiatan edukasi yang mereka lakukan.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar