Wali Kota Kendari Siska Karina Imran Pimpin Massa Aksi ‘Kepung’ Balai Kota

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Des 2025 18:07 174 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara — Balai Kota Kendari pada Sabtu (6/12/2025) menjadi saksi bisu sebuah aksi demonstrasi kolosal yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM.

Menggunakan momentum Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, ratusan massa dari berbagai penjuru Kota Kendari memadati kawasan Balai Kota, tidak untuk berdialog, melainkan untuk menggelar ‘Demonstrasi Solidaritas Terpanjang’ menuntut perlindungan dan menghentikan segala bentuk kekerasan berbasis gender.

Aksi yang sejatinya berupa jalan santai ini disulap menjadi show of force oleh Wali Kota Siska, yang tampak bersemangat memimpin barisan terdepan.

Bersama Wakil Wali Kota, Ketua TP-PKK, Sekda, kepala OPD, serta ribuan perempuan tangguh, Siska Karina Imran membentuk barisan terpanjang se-Indonesia untuk kampanye serupa tahun ini—sebuah rekor yang mengirim pesan tegas tentang komitmen Kota Kendari.

Dalam orasi politiknya yang berapi-api di pelataran Balai Kota, Wali Kota Siska menegaskan bahwa aksi ini adalah peringatan keras bahwa Kendari tidak akan mentoleransi kekerasan.

“Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan ini adalah pemicu untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan. Kepada seluruh perempuan tangguh yang hadir, kita harus saling menyayangi, saling melindungi, dan bersama-sama memberantas kekerasan di Kota Kendari” seru Wali Kota, disambut sorakan massa.

Siska menekankan bahwa kekompakan dan solidaritas adalah senjata utama dalam perjuangan ini. Ia menolak narasi kelemahan bagi kaum hawa, menyerukan agar perempuan Kendari bangkit.

“Perempuan tidak boleh merasa kalah atau lemah dibandingkan laki-laki! Setiap perempuan memiliki kekuatan tersendiri yang perlu dihargai dan diperkuat melalui kebersamaan. Hari ini kita buktikan, kita adalah barisan terpanjang dan terkuat.” tegasnya.

Dalam aksi protesnya, Siska Karina Imran juga menyuarakan kegelisahan atas konflik internal yang kerap melemahkan kaum perempuan sendiri.

“Kita tidak hanya melawan kekerasan dari luar, tetapi juga harus menghentikan disharmoni di antara kita. Persoalan yang memicu konflik seperti perselingkuhan, mari kita hentikan. Jangan saling menyakiti, mari kita perkuat solidaritas,” pungkasnya,

mengajak massa aksi untuk bersatu padu, mengakhiri perpecahan, dan fokus pada tujuan bersama: menciptakan Kota Kendari yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan bagi setiap perempuan.

Aksi ‘demonstrasi’ yang diinisiasi oleh Wali Kota ini berakhir dengan komitmen yang diperbarui dari ribuan peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA