Wali Kota Kendari, Hj.Siska Karina Imran memberikan susu gratis kepada anak pesisir di Kecamatan Nambo. RADARKENDARI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat komitmennya dalam memerangi stunting melalui pendekatan yang lebih personal dan terukur.
Tidak hanya melalui program struktural, kini para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Kendari didorong untuk mengambil peran langsung sebagai “orang tua asuh” bagi anak-anak yang terindikasi stunting.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto, menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar tugas dinas kesehatan, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen pemerintah.
“Masalah stunting adalah prioritas nasional. Di Kendari, Ibu Wali Kota Siska Karina Imran menginginkan aksi nyata. ASN bukan lagi sekadar administrator, tapi menjadi garda terdepan yang mendampingi tumbuh kembang anak-anak kita,” ujar Sahuriyanto.
Poin Utama Gerakan ASN Peduli Stunting:
Sahuriyanto menambahkan, Dinas Kominfo berperan aktif dalam memastikan data anak stunting terintegrasi secara akurat.
Dengan data yang valid, intervensi yang dilakukan oleh para ASN menjadi lebih tepat sasaran.
“Kami di Kominfo memastikan alur informasi dan data by name by address itu sinkron. Jadi, setiap ASN tahu siapa yang mereka bantu dan bagaimana perkembangannya setiap bulan. Ini soal transparansi dan efektivitas,” tambahnya.
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat menurunkan angka prevalensi stunting di Kota Kendari secara signifikan dalam waktu dekat, sekaligus menumbuhkan rasa empati dan jiwa sosial di kalangan birokrasi.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar