Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi.
(FOTO:CNBCIndonesia/Faisal Rahman) JAKARTA – Upaya reformasi pasar modal Indonesia mulai menuai pengakuan internasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif hasil asesmen terbaru dari MSCI Inc. yang mencatat berbagai langkah strategis dalam memperkuat transparansi dan integritas pasar modal nasional.
Dalam siaran pers yang dirilis Selasa (21/4/2026), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa pengakuan ini menjadi bukti nyata dari komitmen berkelanjutan OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam membenahi tata kelola pasar.
“Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat perlindungan investor, serta mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih kredibel dan kompetitif di tingkat global,” ujarnya.
Beberapa inisiatif reformasi yang mendapat perhatian MSCI antara lain peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen, penguatan klasifikasi investor, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan batas minimum free float.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai pengakuan awal dari MSCI ini sebagai sinyal positif terhadap arah kebijakan pasar modal Indonesia. Ia menegaskan bahwa implementasi reformasi akan terus dijaga agar konsisten dan berkelanjutan.
“Ke depan, koordinasi dengan berbagai pihak termasuk pelaku pasar global akan terus diperkuat guna memastikan efektivitas kebijakan yang telah dijalankan,” katanya.
Saat ini, MSCI tengah melakukan asesmen lanjutan yang akan menjadi bagian penting dalam Index Review pada Mei 2026 dan Market Accessibility Review pada Juni 2026. Proses ini dinilai sebagai momentum strategis untuk menunjukkan kesiapan Indonesia dalam meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik investasi.
OJK juga menegaskan komitmennya dalam mendorong delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal, mencakup peningkatan transparansi, likuiditas, penegakan hukum, serta pendalaman pasar.
Dengan berbagai langkah konkret tersebut, OJK optimistis pasar modal Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi lebih dalam, likuid, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar