KENDARI – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 11 Kendari menuai sorotan. Sejumlah guru menilai program tersebut justru menambah beban kerja di lingkungan sekolah.
Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan hal tersebut di hadapan Wakil Kepala Sekolah, Laode Sidi, pada Kamis, 23 April 2026.
Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan MBG, yang merupakan singkatan dari Makanan Bergizi Gratis, membawa konsekuensi tambahan bagi para tenaga pendidik.
Di sisi lain, pernyataan tersebut memicu beragam reaksi dari netizen setelah ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya di akun TikTok media Radar Kendari.
Akun Adi_s459 mempertanyakan beban yang dimaksud oleh guru tersebut. Ia menilai, jika terdapat pungutan dalam pelaksanaan MBG, maka hal itu seharusnya dilaporkan karena anggaran program berasal langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Sementara itu, akun Fandi_Ode menyinggung kemungkinan lain dengan komentar bernada sindiran terkait berkurangnya ruang penyalahgunaan anggaran.
Komentar serupa juga datang dari akun @Oshin yang menyampaikan dugaan secara satir, serta akun Kenokomura777 yang meminta agar persoalan anggaran ditanyakan langsung kepada pihak dinas terkait dan tidak menyalahkan program pemerintah.
Perdebatan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program MBG di daerah masih memunculkan pro dan kontra, baik di kalangan internal sekolah maupun di ruang publik media sosial.
Penulis : La Ode Idris Syaputra
Tidak ada komentar