Dua Pekan Tanpa Kepastian, Keluarga Korban Tabrak Lari di Kendari Desak Polisi Ungkap Pelaku

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Mei 2026 20:53 50 radarkendari.id

KENDARI — Duka mendalam masih menyelimuti keluarga almarhum Laode Tondu. Dua pekan setelah kecelakaan maut yang merenggut nyawanya di kawasan lampu merah Pasar Baru, Kota Kendari, keluarga korban masih menanti kepastian hukum yang hingga kini belum juga terjawab.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu dini hari, 26 April 2026 sekitar pukul 03.40 WITA, di Jalan MT Haryono, tepatnya di perempatan lampu merah Pasar Baru, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.

Laode Tondu tewas setelah diduga menjadi korban tabrak lari oleh kendaraan yang hingga saat ini belum teridentifikasi.

Minimnya perkembangan penyelidikan semakin menambah luka bagi keluarga. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterbitkan Satlantas Polresta Kendari tertanggal 29 April 2026, kasus tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan, dengan fokus pada pencarian saksi dan pengumpulan bukti.

Namun bagi keluarga, waktu dua minggu bukanlah hal yang singkat. Penantian tanpa kejelasan justru memperdalam rasa kehilangan yang mereka alami setiap hari.

“Kami hanya ingin kejelasan. Anak kami meninggal di jalan, tapi sampai sekarang belum ada yang bertanggung jawab,” ungkap keluarga dengan suara bergetar.

Keluarga berharap aparat kepolisian tidak hanya berhenti pada proses administratif, tetapi juga menunjukkan langkah konkret dalam mengungkap pelaku.

Mereka mendesak agar penyelidikan dilakukan secara maksimal, termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Sorotan publik pun mulai menguat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan keberadaan kamera pengawas di berbagai titik kota, masyarakat mempertanyakan lambannya pengungkapan kasus tersebut.

Banyak pihak menilai, seharusnya identitas kendaraan maupun pelaku dapat lebih cepat diungkap.

Kasus ini bukan sekadar angka dalam laporan kecelakaan lalu lintas. Bagi keluarga korban, ini adalah kehilangan yang nyata—tentang seorang anak yang tak akan kembali, dan harapan akan keadilan yang kini terasa menggantung.

Mereka pun memohon agar aparat penegak hukum segera membuka tabir di balik peristiwa ini.

Sebab bagi mereka, keadilan bukan hanya soal hukum, tetapi juga tentang menghormati nyawa yang telah pergi. “Jangan biarkan nyawa anak kami hilang begitu saja,” pinta keluarga, penuh harap.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA