Mengusung tajuk “Eco-Qurban Kolaborasi Kemanusiaan,” Forum Kendari Tanggap Bencana (KARTANA), KBM FEBI IAIN Kendari, dan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Sulawesi Tenggara sukses menggelar aksi sosial qurban yang ramah lingkungan pada Sabtu (30/05/2026). KENDARI – Memaksimalkan momentum Hari Tasyrik terakhir, kolaborasi aksi kemanusiaan ditunjukkan oleh Forum Kendari Tanggap Bencana (KARTANA), KBM FEBI IAIN Kendari, dan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Sulawesi Tenggara.
Mengusung tajuk “Eco-Qurban Kolaborasi Kemanusiaan,” mereka sukses menggelar aksi sosial qurban yang ramah lingkungan pada Sabtu (30/05/2026).

Penyembelihan hewan kurban oleh Forum Kendari Tanggap Bencana (KARTANA), KBM FEBI IAIN Kendari, dan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Sulawesi Tenggara.
Aksi ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan pangan warga terdampak bencana, tetapi juga membawa misi penting: mengampanyekan pengurangan plastik sekali pakai.
Dalam kegiatan ini, para relawan menyembelih satu ekor sapi qurban yang dibeli langsung dari peternak lokal di Desa Silea Jaya, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan.
Langkah ini sengaja diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha peternakan daerah di Sulawesi Tenggara.
Menariknya, proses penyembelihan hewan qurban dipimpin langsung oleh Komandan KARTANA, Muhammad Matin Adhiddia, S.Ked., bersama para relawan.
“Keterlibatan langsung ini adalah wujud komitmen kami untuk hadir di setiap lini aksi kemanusiaan—mulai dari penyembelihan, pengemasan, hingga distribusi langsung ke tangan penerima manfaat,” ujar Matin.
Berbeda dengan pembagian daging qurban pada umumnya, seluruh paket daging dalam aksi ini dikemas menggunakan besek bambu. Penggunaan wadah tradisional ini menjadi upaya nyata untuk menekan timbulan sampah plastik pasca-Idul Adha.
Alokasi Distribusi Daging Eco-Qurban: Mayoritas: Masyarakat terdampak banjir di Kota Kendari, Sebagian kecil: Relawan yang terlibat (apresiasi dedikasi kemanusiaan).
Muhammad Matin Adhiddia menjelaskan bahwa gerakan ini memadukan nilai ibadah dengan tanggung jawab lingkungan.
“Qurban bukan hanya tentang menyembelih dan membagikan daging, tetapi bagaimana manfaatnya bisa lebih luas. Lewat Eco-Qurban, kami ingin membantu penyintas banjir sekaligus menjaga alam dengan zero plastic. Semoga kolaborasi ini membuktikan bahwa aksi kemanusiaan bisa berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan,” tambah Matin.
Apresiasi tinggi juga datang dari Arsanul, salah satu tokoh masyarakat setempat. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya aksi ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada KARTANA, KBM FEBI IAIN, DDV Sultra, dan seluruh relawan. Bantuan ini sangat berarti bagi warga terdampak banjir. Kami juga sangat salut dengan penggunaan besek bambu yang ramah lingkungan. Semoga ini menginspirasi pihak lain,” kata Arsanul.
Selain membagikan bantuan, agenda ini sukses menjadi wadah pemersatu solidaritas antara komunitas relawan, mahasiswa, dan pegiat kemanusiaan di Sulawesi Tenggara.
Melalui sinergi “Eco-Qurban Kolaborasi Kemanusiaan”, KARTANA, KBM FEBI IAIN Kendari, dan DDV Sultra berharap semangat gotong royong dan peduli lingkungan ini bisa terus mengakar dan menjadi budaya baru dalam setiap aksi sosial di masa depan.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar