Ribuan Mahasiswa Universitas Halu Oleo Diterjunkan ke Desa, Jalani KKN Reguler dan Tematik 2026

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Jul 2026 13:34 65 redaksi

RADAR KENDARI — Universitas Halu Oleo (UHO) resmi melepas 5.109 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dan KKN Tematik Angkatan II Tahun 2026.

Acara pelepasan berlangsung khidmat di Auditorium H.A.E. Mokodompit, Kampus UHO Kendari, Senin (13/7/2026).

Selama 30 hari ke depan, para mahasiswa akan mengabdi di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mengasah kemampuan beradaptasi sekaligus berkontribusi langsung dalam penyelesaian masalah di tengah masyarakat desa.

Untuk KKN Reguler tahun ini, tercatat sebanyak 3.799 mahasiswa dari 14 fakultas terlibat dan terbagi ke dalam 264 kelompok.

Komposisi peserta terbanyak didominasi oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebesar 30,38 persen, disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebesar 22,72 persen, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebesar 10,29 persen.

Para peserta KKN Reguler disebar ke tujuh wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe, Kabupaten Bombana, Kabupaten Kolaka Utara, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Kolaka Timur, dan Kabupaten Konawe Utara.

Sementara itu, KKN Tematik dirancang khusus sebagai bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang terintegrasi. Pada angkatan ini, sebanyak 80 judul PkM telah disetujui dan mendatangkan pendanaan.

Program ini melibatkan 1.310 mahasiswa dengan pendampingan dari 481 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Sebaran lokasi KKN Tematik ini difokuskan di beberapa daerah, dengan porsi terbesar berada di Kota Kendari sebanyak 41 judul. Disusul Konawe Selatan (19 judul), Konawe (18 judul), serta Konawe Kepulauan dan Bombana masing-masing 1 judul.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., menekankan pentingnya mahasiswa menjaga etika, memahami adat istiadat, serta menyesuaikan diri dengan latar belakang masyarakat desa yang beragam.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga nama baik almamater dan memberikan kesan positif bahwa hadirnya mahasiswa UHO mampu membawa perubahan nyata bagi desa.

“Jangan sekadar mengimplementasikan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah. Lebih dari itu, mahasiswa harus mampu mengidentifikasi persoalan yang ada di masyarakat, sehingga dapat ditemukan solusi atas persoalan tersebut,” tegas Dr. Herman.

Pelepasan ribuan mahasiswa ini ditandai secara simbolis melalui penyematkan jas almamater UHO.

Diharapkan kehadiran para mahasiswa di tujuh kabupaten penempatan maupun lokasi KKN Tematik dapat memberi dampak dan manfaat berkelanjutan bagi kemajuan daerah di Sulawesi Tenggara.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA