Basarnas melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan (Ops SAR) hari ke-4 terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Tanjung Runduma, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. RADAR KENDARI — Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan (Ops SAR) hari ke-4 terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Tanjung Runduma, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Korban diketahui bernama La Ode Artasi (55), warga Desa Runduma, Kecamatan Tomia. Ia diduga jatuh dari perahu motornya (longboat) saat melaut dan hingga kini keberadaannya masih belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengungkapkan bahwa operasi pencarian pada hari ke-4 ini dimulai sejak pukul 07.10 WITA dengan membagi tim menjadi dua sektor utama.
“Tim SAR Gabungan melanjutkan penyisiran dengan membagi kekuatan menjadi dua tim. Tim 1 fokus menyisir area perairan seluas 1,82 nautical mile (NM)² menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), sedangkan Tim 2 melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pulau Runduma seluas 1 NM²,” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026).
Peristiwa bermula pada Rabu, 31 Juli 2026 sekitar pukul 15.30 WITA. Saat itu, korban berangkat memancing seorang diri menggunakan longboat menuju area tubir perairan sebelah timur Pulau Runduma.
Namun, sekitar pukul 17.00 WITA, seorang nelayan setempat bernama La Nona menemukan perahu milik korban dalam kondisi terapung dan air sudah mulai masuk ke dalam badan perahu. Perahu tersebut kemudian ditarik kembali ke Desa Runduma.
Pihak keluarga bersama warga sekitar sempat melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar lokasi ditemukannya perahu korban, namun hasil masih nihil sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak Basarnas.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah dengan kecepatan angin mencapai 26 km/jam dari arah timur. Adapun ketinggian gelombang laut berkisar antara 1 hingga 1,8 meter.
Dalam operasi hari ke-4 ini, berbagai unsur SAR dan peralatan canggih dikerahkan untuk mempermudah pencarian di laut maupun pesisir:
Unsur Terlibat: SMC & Staf KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, masyarakat setempat, serta keluarga korban.
Alat Utama (Alut) & Peralatan: Rescue Car, Rigid Inflatable Boat (RIB), Longboat, pendeteksi bawah air Aquaeye, peralatan SAR medis, alat evakuasi, serta sarana komunikasi laut.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus berupaya menyisir titik-titik krusial di sekitar perairan Tanjung Runduma dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Editor: Agus Setiawan
Tidak ada komentar