Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran didampingi Kadis Kominfo Kendari, Sahuriyanto usai menerima penghargaan nasional karena sukses mencegah pungli melalui sistem digital Kota Kendari. RADAR KENDARI — Komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan berbasis digital kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menerima penghargaan Detiktimur Awards 2026 yang diselenggarakan detikcom di Depok, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026) malam.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi Pemkot Kendari dalam digitalisasi sistem penerimaan daerah.
Langkah ini dinilai ampuh memperkuat transparansi pengelolaan pendapatan sekaligus memotong titik-titik yang berpotensi menjadi celah praktik pungutan liar (pungli).
Melalui sistem digital yang terintegrasi, seluruh proses pembayaran pajak dan retribusi daerah kini dilakukan secara non-tunai.
Inovasi ini tidak hanya mempermudah akses layanan bagi masyarakat, tetapi juga mempersempit ruang transaksi ilegal, meningkatkan akuntabilitas, serta memperkuat pengawasan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Mengusung tema “Anugerah Inovasi dan Kontribusi untuk Indonesia Bagian Timur”, ajang Detiktimur Awards 2026 menjadi panggung apresiasi bagi kepala daerah, instansi pemerintah, dan pelaku usaha yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan kawasan timur Indonesia.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi skala nasional ini. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh jajaran Pemkot Kendari.
“Alhamdulillah, kita satu-satunya daerah di Sulawesi Tenggara yang mendapat penghargaan ini. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan,” ujar Siska usai menerima penghargaan.
Ketua Komwil VI APEKSI tersebut menambahkan, transformasi digital di Kota Kendari akan terus diperluas ke berbagai sektor pelayanan publik.
Menurutnya, keterbukaan sistem digital penting untuk membangun kepercayaan publik karena seluruh transaksi recorded dan dapat dipantau secara terbuka.
Ajang yang digelar detikcom ini juga dirancang sebagai wadah memperkuat jejaring kolaborasi antardaerah di Indonesia Timur.
Melalui momentum ini, inovasi tata kelola yang terbukti sukses di Kota Kendari diharapkan dapat direplikasi oleh daerah lain demi mempercepat pembangunan dan reformasi birokrasi yang berkelanjutan.
EDITOR : AGUS SETIAWAN
Tidak ada komentar