Kadin Sultra Ungkap Masih Banyak Pengusaha Minim Literasi Perbankan

waktu baca 3 menit
Kamis, 17 Sep 2026 16:10 385 redaksi

RADAR KENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyoroti pentingnya literasi perbankan bagi para pengusaha, khususnya pelaku UMKM yang tengah berkembang dari skala kecil menuju usaha menengah.

Wakil Ketua/Wakil Ketua Umum Kadin Sultra, Sastra Alamsyah, mengatakan masih banyak pelaku usaha yang belum memahami secara baik edukasi maupun layanan perbankan.

Padahal, pemahaman mengenai perbankan dinilai penting seiring dengan meningkatnya skala dan kebutuhan usaha.

“Banyak pengusaha-pengusaha memang mereka ini belum melek sama edukasi perbankan, utamanya literasi. Literasi ini yang memang kita harus ketemu. Apalagi ini banyak pengusaha-pengusaha kita yang sementara naik grade ke usaha menengah. Nah, ini pentingnya literasi keuangan yang kita harus ketemu,” kata Sastra, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, edukasi literasi keuangan tidak cukup dilakukan hanya melalui satu kali kegiatan.

Kadin Sultra mendorong agar edukasi tersebut dilakukan secara berkelanjutan sehingga pengetahuan pelaku usaha dapat mengikuti perkembangan bisnis mereka.

“Acara ini kita berkelanjutan. Terus yang kedua juga dia bisa terus-menerus. Yang ketiga, edukasi keuangan di teman-teman pengusaha juga kita intens terus. Kalau bisa teman-teman ini ada PIC masing-masing,” ujarnya.

Sastra mengatakan penguatan literasi keuangan merupakan bagian dari upaya Kadin membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan di Sultra.

Menurutnya, potensi ekonomi Sultra yang besar harus dibarengi dengan kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha, perbankan dan berbagai pihak terkait.

“Karena memang tujuan kita ini membangun ekosistem yang berkelanjutan. Ekosistem yang berkelanjutan karena Sultra ini sangat luar biasa, sangat kaya. Sayang kalau pembangunan itu tidak solid untuk membawa ekosistem ini semuanya,” katanya.

Sastra juga menilai sektor UMKM memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Karena itu, Kadin Sultra ingin pelaku UMKM tidak hanya bertahan pada skala usaha saat ini, tetapi mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing.

“UMKM ini sangat luar biasa. Private sector juga sangat luar biasa. Makanya Kadin sangat konsen dan fokus di UMKM agar mereka ini menjadi naik kelas. Yang selama ini mereka low, kita naik kelas untuk bisa bersaing juga, apalagi dari sisi produk, market dan lain-lain,” ujarnya.

Dorongan agar UMKM naik kelas tersebut mulai diarahkan pada penguatan akses pembiayaan. Sastra mengungkapkan, Kadin Sultra telah menyerahkan sejumlah data UMKM untuk ditindaklanjuti oleh perbankan.

“Memang kemarin kita sudah serahkan beberapa data UMKM untuk bisa dibiayai. Kita sudah serahkan ke BNI untuk mereka follow up,” ungkap Sastra.

Namun, menurut Sastra, akses pembiayaan bukan satu-satunya kebutuhan pelaku UMKM. Pengusaha juga perlu mengetahui berbagai produk dan layanan perbankan yang dapat menunjang perkembangan usaha mereka.

Karena itu, ia berharap sosialisasi mengenai produk perbankan dapat diperluas hingga menjangkau lebih banyak pelaku usaha di tingkat bawah.

“Harapan kami di acara ini bisa terpublikasi agar produk mereka ini bisa sampai turun ke bawah, terutama teman-teman pengusaha. Apalagi sosialisasi ini selama ini kurang. Kita harapkan ini terus-menerus, berkelanjutan sampai ke bawah,” katanya.

Kadin Sultra memandang upaya mendorong UMKM naik kelas tidak cukup hanya dengan membuka akses terhadap pembiayaan.

Pemahaman pelaku usaha mengenai literasi keuangan juga menjadi bagian penting agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan lebih terarah.

Penguatan literasi perbankan, akses pembiayaan dan kolaborasi antarpemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi bagian dari pembangunan ekosistem bisnis yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA