RUPSLB Indosat Setujui Perpanjangan Jabatan CEO, Perkuat Transformasi AI

waktu baca 3 menit
Rabu, 30 Sep 2026 20:25 125 redaksi

RADAR KENDARI — PT Indosat Tbk (Indosat/IOH) resmi memperpanjang masa jabatan Presiden Direktur dan CEO Vikram Sinha. Keputusan tersebut disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebelumnya telah diumumkan Indosat pada Juli 2026. Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan.

Salah satunya menerima pengunduran diri Seppalga Ahmad dari posisi Komisaris Perseroan. Indosat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi serta dedikasinya selama menjalankan tugas di jajaran Dewan Komisaris.

Keputusan RUPSLB tersebut menjadi bagian dari keberlanjutan agenda strategis Indosat, terutama dalam memperkuat transformasi digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif.

Corporate Secretary, Director dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan keberlanjutan kepemimpinan tersebut memberikan momentum bagi perseroan untuk memperluas implementasi strategi AI North Star.

“Berbekal fondasi yang telah kami bangun, kami siap memperluas implementasi strategi AI North Star, memperkuat Customer Love, serta terus mengembangkan kapabilitas untuk menciptakan masa depan digital yang lebih berkelanjutan dan inklusif,” kata Reski.

Menurutnya, Indosat akan terus berkolaborasi dengan pelanggan, mitra, pemegang saham, dan seluruh ekosistem untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Dalam strategi AI North Star, Indosat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur AI dan kapabilitas cloud, tetapi juga mengembangkan ekosistem AI yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur, cloud, platform hingga solusi berbasis AI.

Indosat menyebut integrasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses terhadap teknologi AI bagi pelaku usaha dan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Untuk mendukung ambisi tersebut, Indosat membangun fondasi infrastruktur yang diperlukan agar kapasitas AI dapat menghasilkan nilai nyata bagi dunia usaha dan masyarakat.

Zankore disebut memperkuat kapabilitas komputasi Indosat melalui kontrak jangka panjang dengan kapasitas mencapai 200 MW.

Sementara RAIA Grid didukung jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer untuk memperkuat konektivitas dan mendekatkan kapabilitas AI kepada pelaku usaha, pengembang, peneliti, hingga masyarakat.

Kedua infrastruktur tersebut menjadi bagian dari fondasi AI Factory dan ekosistem AI Indosat yang lebih luas.

Selain infrastruktur, Indosat juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia. Perseroan menargetkan pemberdayaan hingga 2 juta talenta digital pada 2030.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, mitra teknologi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat riset AI, mendorong inovasi, serta mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Indosat juga mengembangkan teknologi jaringan yang lebih efisien dan bertanggung jawab. Salah satunya melalui uji coba AI-RAN yang dirancang untuk menurunkan konsumsi energi hingga 20 persen dibandingkan jaringan konvensional.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Indosat menargetkan perkembangan AI tidak hanya meningkatkan kapasitas teknologi, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Perseroan menyatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital dan AI Indonesia agar semakin tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA