Pantauan di lokasi, Kamis (25/06/2026) pukul 10.00 WITA, tumpukan sampah rumah tangga tampak menggunung hingga meluber ke bahu jalan Kawasan Jalan KS Tubun Baruga, Kota Kendari. Foto : Agus Setiawan RADAR KENDARI – Jika anda melewati Jalan KS Tubun, Kecamatan Baruga, Kota Kendari akhir-akhir ini, ada baiknya kaca helm ditutup rapat-rapat atau kaca mobil dinaikkan penuh.
Bukan karena ada razia, melainkan karena aroma “parfum alam” alias bau busuk dari tumpukan sampah yang belum juga diangkut oleh petugas kebersihan.
Pantauan di lokasi, Kamis (25/06/2026) pukul 10.00 WITA, tumpukan sampah rumah tangga tampak menggunung hingga meluber ke bahu jalan.
Tak hanya merusak pemandangan, kawasan tersebut kini sukses berubah menjadi ‘titik kumpul’ lalat dan memicu aroma menyengat yang menusuk hidung.
Kondisi ini pun mulai membuat warga sekitar dan pengguna jalan habis kesabaran.
Salah seorang warga Baruga, Made, mengekspresikan kekesalannya dengan nada satir.
Menurutnya, tumpukan sampah tersebut sudah dibiarkan begitu lama hingga menyerupai pajangan kota.
“Ini sepertinya bukan lagi tempat pembuangan sementara, tapi sudah mau jadi monumen sampah. Tiap hari kita lewat di sini, pemandangannya selalu sama, makin hari makin tinggi. Tolonglah pihak terkait, hidung kami juga butuh keadilan,” ujar Made sembari menutup hidungnya, Kamis (25/6/2026).
Hal senada diungkapkan oleh Cence, warga Baruga lainnya. Ia mengeluhkan dampak bau yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, terlebih saat angin kencang berembus atau setelah diguyur hujan.
“Kalau habis hujan, baunya makin luar biasa. Lalat juga sudah mulai masuk ke rumah-rumah warga. Kita khawatir ini bisa jadi sumber penyakit kalau dibiarkan terus-terusan. Tolong armada sampahnya segera melipir ke sini, jangan tunggu sampai sampahnya punya KTP sendiri baru mau diangkut,” kelakar Cence kesal.
Kadis DLHK Kendari, Erlis Sadya Kencana saat dihubungi pewarta media ini belum memberikan statemen.
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah di Jalan KS Tubun masih setia “menanti” jemputan dari dinas lingkungan hidup setempat.
Warga berharap pemerintah kota segera menurunkan armada kebersihan sebelum gunungan sampah tersebut benar-benar menutup akses jalan utama di wilayah Baruga.
Laporan : Agus Setiawan
Tidak ada komentar