Kadis Kominfo Sultra, Sahuriyanto. RADARKENDARI.ID – Layanan darurat Call Center 112 Kota Kendari mengalami aktivitas tinggi sepanjang Januari 2026, dengan total 4.336 panggilan masuk.
Sebanyak 3.308 panggilan (sekitar 76 persen) dinyatakan valid dan diolah menjadi 289 tiket laporan yang diteruskan ke instansi terkait.
Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menyampaikan bahwa 169 laporan (58 persen) telah selesai ditangani, sedangkan 120 lainnya masih dalam proses.
“Data ini menunjukkan masyarakat sudah sangat aktif memanfaatkan layanan 112. Tinggal bagaimana respons instansi teknis di lapangan bisa semakin cepat,” ujarnya, Selasa (03/02/2026).
Jenis Laporan Paling Banyak : Perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU): 55 kasus, Penebangan pohon: 54 kasus, dan Gangguan listrik PLN: 48 kasus
Beberapa instansi menunjukkan respons baik, seperti BPBD yang menyelesaikan 23 dari 25 laporan, serta Damkar dan Dinsos yang menuntaskan seluruh laporan masing-masing sebanyak 12 dan 13 kasus.
Namun, beberapa instansi masih menghadapi tantangan – DLHK baru menyelesaikan 8 dari 57 laporan, dan Dishub selesai 24 dari 62 laporan yang diterima.
Sebaran laporan berbeda antar kecamatan; Mandonga, Kendari Barat, dan Wua-Wua didominasi laporan bak sampah penuh, sementara Poasia dan Kadia lebih banyak menerima laporan ketertiban warga dan perbaikan fasilitas umum.
Petugas Nurhayati menjadi yang menangani panggilan terbanyak, yaitu 447 panggilan.
Evaluasi menunjukkan 67 persen kualitas layanan mengalami peningkatan, namun 33 persen masih perlu pembenahan, terutama terkait percepatan penanganan laporan sampah dan LPJU serta koordinasi lintas instansi.
“Kami terus mendorong agar seluruh perangkat daerah meningkatkan kecepatan dan kualitas tindak lanjut,” tambah Sahuriyanto.
Ke depan, data laporan akan dijadikan bahan evaluasi rutin untuk memastikan layanan semakin efektif dan responsif.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar