Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Sulawesi Tenggara (Sultra) memasuki babak baru penguatan organisasi setelah Hj. Rusiawati Abunawas, S.E., kembali dipercaya menakhodai Pengurus Daerah (PD) KPPG Sultra untuk periode 2026–2031. Foto : Hasrul Tamrin RADAR KENDARI – Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Sulawesi Tenggara (Sultra) memasuki babak baru penguatan organisasi setelah Hj. Rusiawati Abunawas, S.E., kembali dipercaya menakhodai Pengurus Daerah (PD) KPPG Sultra untuk periode 2026–2031.
Pengukuhan kepengurusan tersebut berlangsung khidmat di salah satu hotel di Kendari, Minggu (8/11/2026), sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan pengurus PD KPPG kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung Wakil Ketua Umum Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi PP KPPG, Ratu Dian Hatifah, didampingi Sekretaris Umum PP KPPG, Tati Novianti.
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penegasan komitmen KPPG dalam memperkuat peran perempuan, tidak hanya sebagai bagian dari kekuatan organisasi politik, tetapi juga sebagai penggerak kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah tokoh Partai Golkar Sultra turut hadir, di antaranya Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sultra, H. Uking Jasa, Sekretaris DPD I Golkar Sultra, anggota DPD RI Leni Andriani Surunuddin, anggota DPRD Sultra Fraksi Golkar, serta jajaran organisasi sayap Partai Golkar lainnya.
Kembali dipercayanya Rusiawati memimpin KPPG Sultra menjadi bentuk keberlanjutan kepemimpinan sekaligus tanggung jawab untuk membawa organisasi semakin aktif, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya setelah dikukuhkan, Rusiawati menyampaikan bahwa KPPG memiliki tanggung jawab besar dalam memperluas kesempatan perempuan untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik, sosial, dan pembangunan daerah.
“Tugas kami adalah menyebarkan panji-panji Partai Golkar sekaligus memperluas ruang bagi perempuan untuk berperan dalam politik dan menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Rusiawati, perempuan memiliki potensi besar dalam mendorong perubahan. Karena itu, keberadaan KPPG harus menjadi wadah untuk membangun kapasitas, memperkuat solidaritas, serta melahirkan kader perempuan yang memiliki kemampuan dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Ia menegaskan, kepengurusan KPPG Sultra akan menyelaraskan program kerja dengan kebijakan dan prioritas Partai Golkar Sultra di bawah kepemimpinan Laode Muhammad Darmin.
Sejumlah bidang yang menjadi perhatian antara lain kegiatan sosial, penguatan ketahanan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi perempuan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Rusiawati menyampaikan tiga komitmen utama kepengurusannya.
Pertama, memperkuat konsolidasi organisasi melalui koordinasi antara pengurus provinsi, kabupaten, dan kota hingga menjangkau kader di tingkat akar rumput.
Kedua, meningkatkan kapasitas dan keterlibatan perempuan dalam politik melalui pendidikan, pengembangan kepemimpinan, serta mendorong kader perempuan agar berani mengambil peran dalam jabatan publik.
Ketiga, menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan masyarakat sehingga keberadaan KPPG dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.
“Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat dari kegiatan KPPG sehingga kepercayaan mereka kepada KPPG dan Partai Golkar semakin kuat,” tuturnya.
Rusiawati juga mengajak seluruh pengurus yang baru dikukuhkan untuk menjaga kekompakan dan membangun kerja sama yang baik dalam menjalankan amanah organisasi.
Baginya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh susunan kepengurusan, tetapi juga oleh kesungguhan seluruh kader dalam bekerja dan memberikan kontribusi nyata.
Golkar Harapkan Kader Perempuan Jadi Kekuatan Organisasi
Mewakili Ketua DPD I Partai Golkar Sultra, Uking Jasa menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus KPPG di tingkat provinsi dan kabupaten/kota merupakan bagian penting dari upaya memperkuat struktur dan konsolidasi partai.
Ia berharap keberadaan KPPG dapat semakin memperbesar kekuatan Partai Golkar melalui keterlibatan aktif perempuan di seluruh tingkatan organisasi.
Menurutnya, kader perempuan memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, memperluas jaringan, serta menyosialisasikan program dan perjuangan partai.
“Kami berharap kader-kader perempuan ini bisa semakin solid dan menjadi ujung tombak dalam memperkuat Partai Golkar. Karena itu, setelah pelantikan ini, seluruh pengurus diharapkan segera membentuk kepengurusan hingga tingkat kecamatan dan desa,” katanya.
Uking juga menyampaikan bahwa konsolidasi organisasi KPPG diharapkan dapat berjalan seiring dengan agenda penguatan struktur Partai Golkar Sultra yang direncanakan menjangkau hingga tingkat desa pada Desember 2026.
Ia menekankan pentingnya kesinambungan koordinasi agar KPPG tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga aktif menjalankan program organisasi.
KPPG Pusat Dorong Perempuan Tingkatkan Kapasitas Politik
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PP KPPG, Ratu Dian Hatifah, mengingatkan bahwa penguatan organisasi perempuan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, perempuan perlu diberikan ruang, kesempatan, dan dukungan untuk mengembangkan kemampuan sehingga mampu berpartisipasi lebih aktif dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan publik.
Ia mengungkapkan, salah satu tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam dunia politik adalah membangun kepercayaan diri untuk menyampaikan gagasan dan pendapat di ruang-ruang pengambilan keputusan.
Karena itu, KPPG perlu menghadirkan program pendidikan politik, pelatihan kepemimpinan, public speaking, serta pengembangan karakter bagi kader perempuan.
“Kadang-kadang perempuan masih merasa ragu untuk mengangkat tangan dan menyampaikan pendapat dalam sebuah forum. Ada yang takut salah. Inilah pentingnya membangun kapasitas dan kepercayaan diri agar perempuan berani berbicara dengan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Selain peningkatan kapasitas, Ratu Dian juga mendorong penguatan pendataan dan pengembangan kader perempuan melalui bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKA).
Ia berharap KPPG memiliki data kader perempuan yang terorganisasi dengan baik di setiap daerah sehingga potensi dan kebutuhan pengembangan kader dapat dipetakan secara lebih terarah.
Program pendekatan masyarakat melalui Desa Dasakarya juga menjadi salah satu strategi yang didorong untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan organisasi kepada masyarakat.
Ratu Dian menegaskan bahwa konsolidasi tidak boleh berhenti pada kegiatan pelantikan. Pengurus harus terus bergerak, membangun komunikasi, dan menghadirkan kegiatan yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Ia juga berharap kader-kader perempuan Partai Golkar di Sultra memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengembangkan karier politik, termasuk melalui pendidikan dan beasiswa politik.
Menurutnya, perempuan bukan hanya perlu hadir sebagai pelengkap dalam organisasi, tetapi harus memiliki kompetensi, keberanian, dan kesempatan yang setara untuk menjadi pemimpin.
Pengukuhan pengurus KPPG Sultra periode 2026–2031 pun diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi perempuan Partai Golkar di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Lebih dari sekadar seremoni pelantikan, momentum ini membawa harapan agar semakin banyak perempuan yang berani tampil, berdaya, mengambil keputusan, dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat luas.
Laporan: Hasrul Tamrin
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar