Rektor UHO, Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si., menegaskan pentingnya penguatan survei kepuasan pengguna sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan universitas.
RADAR KENDARI – Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si., menegaskan pentingnya penguatan survei kepuasan pengguna sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan universitas.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Lokakarya Survei Kepuasan Pengguna UHO Tahun 2026 di Swiss-Belhotel Kendari, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh itu turut dihadiri Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), Prof. Dr. Edward Ngii, S.T., M.T., serta Ketua Panitia, Dr. Mursalim, S.Pd., M.Pd., M.Inf.Tech.
Lokakarya tersebut diikuti para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Program Pascasarjana, 116 Ketua Jurusan/Koordinator Program Studi, serta 15 Ketua Unit Jaminan Mutu dan Sistem Informasi (UJM-SI) Fakultas/Pascasarjana.
Dalam arahannya, Takdir Saili menekankan bahwa predikat akreditasi Unggul yang telah diraih UHO harus sejalan dengan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan oleh seluruh pengguna universitas.
Menurutnya, capaian akreditasi tidak cukup hanya dibuktikan melalui pemenuhan dokumen dan standar penilaian, tetapi juga harus tercermin dari pengalaman serta tingkat kepuasan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, pengguna lulusan, dan mitra kerja sama.
Survei kepuasan pengguna, lanjutnya, memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sekaligus memenuhi standar akreditasi perguruan tinggi.
Pelaksanaannya mengacu pada Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 sebagaimana telah diubah dengan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 serta instrumen akreditasi perguruan tinggi IAPT 4.1 berdasarkan Peraturan BAN-PT Nomor 19 Tahun 2026.
Karena itu, survei harus dilaksanakan secara berkala dengan instrumen yang sahih, andal, dan mudah digunakan. Hasilnya juga wajib terdokumentasi serta ditindaklanjuti secara sistematis melalui siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP).
Sebagai langkah konkret, Rektor UHO menetapkan lima komitmen utama dalam pelaksanaan survei kepuasan pengguna mulai 2026.
Pertama, pengelolaan survei dilakukan secara terpadu melalui satu pintu di bawah koordinasi LPMPP.
Kedua, survei dilaksanakan secara berkala dan menyeluruh. Ketiga, hasil survei dijadikan dasar pengambilan keputusan dan penganggaran universitas.
Keempat, setiap unit diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang terukur berdasarkan hasil evaluasi. Kelima, penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas melalui publikasi hasil survei beserta capaian perbaikannya kepada pengguna.
Melalui lima komitmen tersebut, UHO ingin memastikan bahwa survei tidak sekadar menjadi kegiatan administratif atau formalitas pemenuhan akreditasi, tetapi benar-benar menjadi instrumen evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Survei kepuasan pengguna UHO Tahun 2026 mencakup enam kelompok responden, yakni mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, pengguna lulusan, dan mitra kerja sama.
Khusus pengguna lulusan, evaluasi mencakup tujuh aspek kompetensi, meliputi etika dan integritas, penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan kerja, kemampuan berkomunikasi, kerja sama dalam tim, kemampuan memecahkan masalah, serta kemampuan beradaptasi dan belajar sepanjang hayat.
Pelaksanaan survei dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari persiapan dan sosialisasi, pengumpulan data, pengolahan dan analisis hasil, hingga penyusunan serta pengesahan RTL.
Seluruh proses tersebut diselaraskan dengan pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) UHO. Dengan demikian, hasil survei dapat terintegrasi dalam proses evaluasi dan pengambilan kebijakan universitas.
Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut, lokakarya dirancang dalam lima sesi pembahasan.
Materi diawali dengan kebijakan strategis survei kepuasan pengguna dalam penjaminan mutu UHO, kemudian dilanjutkan pembahasan mengenai survei kepuasan pengguna sebagai dasar peningkatan mutu akademik.
Setelah ISHOMA, peserta mendapatkan materi tentang mekanisme, instrumen, dan tindak lanjut survei kepuasan pengguna. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan aplikasi survei serta praktik langsung penggunaannya.
Rangkaian lokakarya ditutup dengan penyampaian rangkuman hasil kegiatan dan penutupan.
Pada kesempatan tersebut, Takdir Saili mengajak seluruh pimpinan fakultas, pascasarjana, ketua jurusan, koordinator program studi, unit penjaminan mutu, serta seluruh unit layanan untuk terlibat aktif menyukseskan pelaksanaan survei.
Partisipasi optimal responden, analisis hasil yang akurat, serta konsistensi pelaksanaan RTL dinilai menjadi faktor penting dalam membangun budaya mutu di lingkungan kampus.
Melalui penguatan survei kepuasan pengguna, UHO berharap dapat menghadirkan layanan universitas yang semakin responsif, profesional, dan berkualitas.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan predikat akreditasi Unggul, sehingga capaian akademik universitas benar-benar sejalan dengan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.
EDITOR : AGUS SETIAWAN
Tidak ada komentar