Jelang Debat Keempat Pilpres 2024, Pakar : Kandidat Harus Paham Isu Pembangunan Berkelanjutan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 20 Jan 2024 11:32 112 radarkendari.id

Kendari, RadarKendari id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menggelar debat keempat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 pada Minggu (21/01) mendatang. Debat keempat ini bakal diikuti oleh tiga kandidat calon wakil presiden (cawapres), yaitu Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD.

Debat keempat ini akan membahas tema Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa.

Pakar Ilmu Pemerintahan dari Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Dr. Andi Syaiful Zainal mengatakan, tema yang dipilih KPU sangat tepat terutama mengenai isu pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, setiap kandidat calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) harus memahami dan menguasai isu pembangunan berkelanjutan.

Pasalnya dalam pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu bagian dalam upaya mempromosikan sumber daya secara efisien dan bertanggungjawab demi terwujudnya pembangunan yang terintegrasi dengan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan (kepentingan orang banyak).

“Capres dan Cawapres ini harus memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai isu terkait pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Andi Syaiful menjelaskan, ada tiga point penting yang harus dipahami capres dan cawapres tentang pembangunan berkelanjutan. Pertama dimensi ekonomi.

Menurut Andi Syaiful, capres harus memastikan ketika hendak melanjutkan pembangunan harus mengetahui pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

“Capres harus tahu bagaimana kekayaan dan peluang ekonomi kita melanjutkan pembangunan pemerintahan sebelumnya atau sebaliknya ingin perubahan. Ini penting agar bisa menciptakan keadilan sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ungkap Andi Syaiful.

Kedua, dimensi sosial. Capres dan cawapres harus mampu mengkaji apakah dimensi sosial seperti kepastian Hak Asasi Manusia (HAM), pendidikan, dan kesehatan pada pemerintahan sebelumnya sudah memenuhi keinginan masyarkat atau tidak. “Kalau misalnya sudah memenuhi ya tinggal dilanjutkan dan diperbaiki, kalau tidak ya harus ada perubahan,” ungkapnya.

Ketiga dimensi lingkungan. Menurut Syaiful, lingkungan menjadi aspek penting dalam isu pembangunan berkelanjutan. Pasalnya, isu lingkungan berkaitan erat keberlangsungan kehidupan manusia. Ia menyarankan setiap capres dan cawapres hendaknya memiliki gagasan menjaga kelestarian lingkungan demi menjamin keberlangsungan pembangunan dan kehidupan manusia.

Ia mencontohkan, saat ini pemerintah sedang menggalakkan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Program ini hendaknya mengutamakan aspek lingkungan sehingga keberlanjutan program bisa terjamin pada masa pemerintahan yang baru.

“Semua aspek harus diperhatikan misalnya pengelolaan limbah, emisi gas rumah kaca dan sebagainya. Jadi para kandidat tidak asal bicara saya tidak akan melanjutkan (pembangunan) tapi harus kita melihat dari dimensi lingkungan termasuk dimensi ekonomi dan sosial,” ungkap Andi Syaiful.

Andi Syaiful tak menampik, dari tiga Paslon Capres RI ada salah satu capres yang menggaungkan perubahan atau tidak melanjutkan pembangunan IKN. Menurutnya, keputusan tersebut wajar akan tetapi harus didukung dengan pertimbangan yang matang.

‘Ini membuat debat menarik, karena ada yang pro pembangunan berkelanjutan, ada yang pro perubahan. Kami hanya mengingatkan seorang calon presiden harus memiliki banyak pertimbangan. Keputusan (lanjutkan atau perubahan) harus disampaikan secara bijak dan disertai dengan analisis mendalam,” pungkasnya. (wan)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA