Citilink mendistribusikan bantuan kemanusiaan dari BUMN dan Danantara dengan berat lebih dari 13 ton ke Medan, Sumatra Utara sebagai daerah terdampak bencana banjir dan longsor. ANTARA/HO-Citilink. RADARKENDARI.ID – Maskapai penerbangan nasional Citilink menunjukkan komitmen sosialnya dengan mendistribusikan bantuan kemanusiaan seberat lebih dari 13 ton ke Medan, Sumatera Utara.
Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Danantara untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro, menyatakan bahwa pengiriman bantuan ini adalah bentuk nyata sinergi antar BUMN dalam mendukung kepedulian sosial bagi wilayah yang membutuhkan.
Optimalisasi Transportasi Udara
Proses distribusi bantuan logistik ini dilakukan melalui jaringan penerbangan reguler Citilink untuk memastikan bantuan sampai dengan cepat dan tepat waktu.
* Rute Penerbangan: Jakarta menuju Bandara Internasional Kualanamu.
* Armada: Menggunakan pesawat jenis Airbus A320.
* Volume Bantuan: Lebih dari 13 ton logistik kemanusiaan.
“Sebagai bagian dari ekosistem BUMN dan Danantara, Citilink berkomitmen mendukung kelancaran distribusi melalui optimalisasi layanan transportasi udara,” ujar Darsito Hendroseputro dalam keterangan tertulisnya, Minggu.
Dampak Sosial Berkelanjutan
Setibanya di Medan, bantuan tersebut diserahkan kepada tim perwakilan BUMN setempat untuk segera disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya.
Darsito menegaskan bahwa keterlibatan Citilink bukan sekadar sebagai penyedia transportasi, melainkan bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan percepatan pendistribusian logistik kemanusiaan dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir dan tanah longsor.
“Sinergi bersama BUMN dan Danantara diharapkan dapat membantu mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” pungkasnya.
Penulis : Azmi Syamsul Ma’arif
Editor : Nurul Hayat/Agus Setiawan
Tidak ada komentar