JMSI Tulangbawang Gelar Diskusi Publik, Ajak Pelajar Cegah Bullying dan Penyalahgunaan Narkoba

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Okt 2026 15:26 100 redaksi

RADAR KENDARI – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tulangbawang menggelar diskusi publik untuk meningkatkan kesadaran pelajar dan masyarakat terhadap bahaya perundungan (bullying) dan penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026) tersebut menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidang bullying, hukum, dan keamanan siber. Forum ini menjadi ruang edukasi sekaligus dialog untuk memperkuat upaya pencegahan berbagai persoalan yang mengancam generasi muda.

Dalam diskusi tersebut, Sekretaris Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Tulangbawang, Gunawan Hubtalana, yang mewakili Ketua Granat Ferli Yuledi, mengajak pelajar dan masyarakat untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Gunawan menegaskan, narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa karena dampaknya dapat merusak generasi muda dan melemahkan ketahanan sosial masyarakat.

Ia mengingatkan para pelajar agar lebih berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali pemahaman yang memadai agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang berisiko.

“Pelajar harus ekstra hati-hati dalam pergaulan. Disinyalir pelajar menjadi target mudah bagi pengedar untuk mengedarkan barang haram, yakni narkoba,” ujar Gunawan.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda secara sehat.

Menurut Gunawan, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Upaya tersebut harus dibarengi edukasi publik secara berkelanjutan, gerakan preventif berbasis komunitas, serta penguatan pengawasan dan pendampingan terhadap anak.

“Alhamdulillah, diskusi publik ini diadakan sebagai wadah dialog interaktif untuk menyatukan langkah strategis antar-pemangku kepentingan dalam mengantisipasi peredaran gelap narkoba,” katanya.

Ia turut mengajak pelajar dan masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, menjauhi lingkungan berisiko, serta membangun kesadaran dari diri sendiri agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

“Selalu dekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa, jauhi tempat yang menjadi peredaran. Semua kembali kepada diri sendiri,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, JMSI bersama Pemerintah Kabupaten Tulangbawang berupaya mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya bullying dan narkoba.

Diskusi publik tersebut ditutup dengan penandatanganan deklarasi bersama untuk mencegah perundungan dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar maupun masyarakat.

Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat edukasi dan menciptakan lingkungan sosial serta pendidikan yang aman bagi generasi muda.

Penulis : Murni
Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA