Kapal Tenggelam di Perairan Bombana, Seluruh Kru Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan

waktu baca 2 menit
Jumat, 27 Feb 2026 10:47 234 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap Kapal KLM Setia Kawan GT 105 yang tenggelam di perairan Bambaea, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, berakhir dengan kabar menggembirakan.

Seluruh enam orang kru kapal (POB/Person On Board) ditemukan dalam keadaan selamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., menyampaikan bahwa pada pukul 14.00 Wita, pihaknya menerima informasi dari pemilik kapal bahwa seluruh korban telah ditemukan sekitar 9 mil laut (NM) arah timur dari LKP (Last Known Position).

“Seluruh POB kapal ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari keluarga korban dan masyarakat Desa Sikeli, Kabaena Barat. Selanjutnya korban dievakuasi ke Pelabuhan Sikeli,” ujarnya, Selasa (24/2).

Dengan telah ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Kronologis Kejadian

Insiden bermula pada 24 Februari 2026 pukul 05.50 Wita, saat KLM Setia Kawan bertolak dari Pelabuhan Sikeli, Kabaena Barat, menuju Pelabuhan Paria, Boepinang, Kecamatan Poleang, dengan membawa muatan tabung gas kosong.

Dalam perjalanan, kapal mengalami kebocoran hingga akhirnya tenggelam di sekitar perairan Poleang Timur, Boepinang. Upaya pencarian awal sempat dilakukan, namun belum membuahkan hasil hingga operasi SAR diperluas.

Identitas Korban Selamat

Adapun enam kru kapal yang berhasil ditemukan selamat yakni:

1. Sukri (47) – Nakhoda

2. Musrif (47) – KKM

3. Fatahuddin (53) – Juru Mudi

4. Sleng (58) – ABK

5. Kahri (49) – ABK

6. Sirnan (45) – ABK

Unsur dan Alat yang Terlibat

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Staf Ops KPP Kendari, Rescuer Pos SAR Kolaka, ABK RB 307, Binda Bombana, Pos AL Bombana, Dishub Bombana, KUPP Pomalaa, BPBD Bombana, nelayan Sikeli, masyarakat Bambaea, serta keluarga korban.

Alat utama yang digunakan dalam operasi ini meliputi Rescue Truck, Rescue Boat (RB 307), longboat, peralatan SAR medis dan evakuasi, perangkat komunikasi, serta peralatan keselamatan pendukung lainnya.

Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan dengan tinggi gelombang sekitar 0,5 meter dan kecepatan angin 9 km/jam dari arah barat.

Keberhasilan penyelamatan ini menjadi bukti sinergi kuat antara tim SAR dan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat di laut.

Basarnas Kendari mengimbau para pelaku pelayaran untuk selalu memastikan kondisi kapal laik laut sebelum berlayar guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA