Dosen dan Mahasiswa UHO Edukasi Masyarakat Pemanfaatan Limbah Menjadi Pupuk Organik

waktu baca 4 menit
Jumat, 17 Nov 2023 10:46 106 radarkendari.id

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan bagi masyarakat tentang pengembangan usaha pertanian melalui  peningkatan kualitas produk pupuk organik berbasis campuran Biochar dengan limbah usaha pertanian, peternakan di Kelurahan Mokoau Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Kelurahan Mokoau,

 

 

KENDARI-

Usaha pertanian di Kota Kendari mempunya prospek yang sangat baik untuk dikembangkan, karena sangat terbuka peluang pasar bagi berbagai jenis komoditas pertanian termasuk tanaman pangan.Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat kota Kendari masih perlu didatangkan dari daerah lain.

Pengembangan usaha pertanian di daerah ini mempunyai kendala karena kesuburan tanah yang rendah sehingga produktifitas hasil pertaniannya juga masih rendah. Untuk itu, para dosen dan mahasiswa  Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Universitas Halu Oleo (UHO)  melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pengembangan usaha pertanian melalui  peningkatan kualitas produk pupuk organik berbasis campuran Biochar dengan limbah usaha pertanian  dan peternakan di Kelurahan Mokoau Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Dosen Pembimbing program pengabdian Kepada masyarakat terintegrasi KKN tematik UHO, Prof. La Ode Safuan mengatakan, pemupukan masih merupakan suatu teknologi produksi utama yang diandalkan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian pada lahan marginal yang mempunyai tingkat kesuburan rendah. Namun disisilain kestersedian pupuk dipasaran semakin langka dan juga mahal sehingga tidak terjangkau oleh petani.

Oleh karena itu harus ada alternatif lain bagi petani agar tetap meningkatkan hasil usaha taninya yaitu dengan memproduksi pupuk organik dengan cara memanfaat limbah oraganik sebagai bahan baku untuk memproduksi pupuk organik.

“Kegiatan pengolahan limbah menjadi kompos-biochar pada dasarnya sudah ada sejak dulu, namun tidak berjalan dengan baik dan sosialisasi pemanfaatannya khususnya pada skala rumah tangga untuk kebutuhan tanaman pekarangan,”ujar Guru besar Fakultas Pertanian UHO itu.

Dijelaskan, peningkatan jumlah penduduk di Kota Kendari mengakibatkan meningkatnya industrialisasi dan urbanisasi yang tidak teratur sehingga memicu lonjakan dalam kuantum limbah. Kesadaran masyarakat akan pengolahan limbah masih terbatas.

Sampah organik belum dimanfaatkan secara optimal padahal di Kota Kendari tedapat banyak limbah organik seperti potongan-potongan kayu, limbah sayuran, limbah dari tempat pemotongan hewan baik berupa limbah padat maupun limbah cair dan limbah dari usaha perikanan yang dapat dikonversi menjadi produk bernilai ekonomi, meliputi biochar, kompos dan campuran bicohar-kompos.

“Produk-produk tersebut digunakan sebagai biofertilizer non-mikroba untuk perbaikan kesuburan tanah mengefisienkan penggunaan pupuk anorganik dan mengoptimalkan hasil panen tanaman,”jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini biochar telah dikembangkan sebagai bahan amelioran untuk memperbaiki karakteristik tanah masam. Penambahan biochar ke dalam tanah dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah, pH tanah dan mengefisienkan penggunaan pupuk kimia. Amiolerasi yang dapat memperbaiki pH dan peningkatan kandungan karbon organik tanah sangat mempengaruhi peningkatan ketersediaan unsur hara, jumlah unsur hara yang dapat diserap oleh akar tanaman, dan efisiensi penggunaan pupuk pada tanah masam.

“Upaya perbaikan kualitas pupuk organik kompos dapat dilakukan dengan pencampuran berbagai sumber bahan organik karena setiap bahan organik memiliki keunggulan dari segi jumlah kandungan tertentu, misal urin sapi lebih mempunyai kandungan N yang tinggi, sedangkan kulit pisang mempunyai kandungan hara K yang lebih tinggi. Penambahan pupuk organik cair dari kulit pisang dan urin api ini akan dapat menambah kandungan hara pada pupuk padat karena unsur hara yang terkandung dalam pupuk cair akan diserap oleh pupuk kompos dan biochar,”ungkapnya.

Pada kegiatan penyuluhan sepenuhnya dilakukan oleh mahasiswa peserta KKN Tematik dan didampingi oleh Dosen Pembimbing. Materi penyuluhan yang disampaikan adalah tentang pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan sampah untuk pupuk kompos, biochar dan pemanfaatan lindih sebagai sumber nutrisi bagi tanaman baik untuk budidaya tanaman secara hidroponik maupun untuk budidaya tanaman sayur-sayuran dalam pekarangan dan pot.

Dalam kegiatan penyuluhan, para mahasiswa juga menjelaskan tentang potensi pasar bagi prodak pupuk organik yang begitu luas untuk memenuhi kebutuhan lokal di Kota Kendari dan Sulawei Tenggara pada umumnya, karena saat ini permintaan pupuk organik sangat tinggi, disamping karena kelangkaan pupuk pabrikan juga dipacu oleh adanya kesadaran dan kampanye memanfaatkan pupuk yang berasal bahan oraganik.

“Pupuk ini memiliki keunggulan karena selain ramah lingkungan juga bisa berkelanjutan. Pupuk mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengakap, dapat meperbaiki KTK tanah dan memperbaiki sifat fisik tanah,”tuturnya.

Tehnik pemasaran juga dijelaskan oleh mahasiswa, mulai dari teknik pengemasan produk, yaitu produk harus dikemas dengan wadah yang menarik dan berkualitas, Label pada kemasan pupuk juga menarik dan disertai nama produsen dan informasi tentang kandungan hara dalam pupuk. “Teknik pemasaran prodak bisa dilakukan secara online dan juga melaksakan perjanjian kerjasama dengan pihak konsumen, meningkatkan kandngan hara pada pupuk organik padat,”pungkasnya.

Sebagai informasi para dosen pembimbing KKN Tematik UHO yakni Prof. Dr. Ir. La Ode Safuan, M.P. (Ketua Tim), Selanjutnya anggota terdiri dari : Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc.Agric, Prof. Dr. Ir. H. Laode Sabaruddin, M.Si, Dr. La Ode Muhammad Harjoni Kilowasid., S.P., M.Si, Prof. Dr. Hasanuddin Jumareng, M.Pd. dan La Ode Kasno Arif, SP., M.Si. (adm)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA