Kementerian Kebudayaan Gandeng Danantara dan Jasa Raharja, Museum Film Bakal Hadir di Kota Tua Jakarta

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Apr 2026 09:48 201 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID — Upaya memperkuat ekosistem budaya nasional terus digencarkan pemerintah. Kali ini, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menjajaki kolaborasi strategis bersama Danantara Asset Management dan PT Jasa Raharja untuk menghadirkan museum film dan fotografi di kawasan Kota Tua Jakarta.

Gagasan ini diinisiasi langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat melakukan kunjungan kerja ke gedung milik PT Jasa Raharja di kawasan Kali Besar, Rabu (2/4). Kunjungan tersebut disambut Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, yang turut mendampingi peninjauan lokasi.

Dalam rombongan turut hadir Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, serta jajaran Danantara Asset Management dan PT Jasa Raharja.

Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon menilai gedung bersejarah tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang budaya yang representatif, sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis sejarah di Kota Tua Jakarta.

“Kita belum memiliki museum film maupun fotografi yang benar-benar representatif, padahal kekayaan sejarah kita di bidang itu sangat besar,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan aset-aset bersejarah milik BUMN agar tidak hanya terjaga, tetapi juga produktif dan edukatif bagi masyarakat.

“Gedung ini sangat strategis. Kita harapkan bisa dikembangkan menjadi museum film dan fotografi yang menghadirkan perjalanan sejarah visual Indonesia dari masa ke masa,” jelasnya.

Museum tersebut nantinya akan menampilkan perkembangan perfilman dan fotografi nasional, mulai dari era awal hingga modern, lengkap dengan karya, dokumentasi visual, hingga peralatan produksi yang memiliki nilai historis tinggi.

Sementara itu, Muhammad Awaluddin menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Ia menilai pemanfaatan gedung bersejarah sebagai ruang budaya merupakan langkah strategis dalam menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat.

“Bangunan ini bukan sekadar aset perusahaan, tetapi bagian dari warisan sejarah yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara produktif,” ungkapnya.

Penjelasan terkait sejarah gedung dan kawasan sekitar juga disampaikan oleh Direktur SDM dan Umum PT Jasa Raharja, Rubi Handojo.

Kawasan Kali Besar sendiri dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan pada masa lampau, yang kini berkembang menjadi destinasi wisata budaya.

Melalui kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Danantara Asset Management, dan PT Jasa Raharja, diharapkan museum ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian sejarah, tetapi juga destinasi edukasi dan pariwisata yang memperkaya pengalaman budaya masyarakat di Kota Tua Jakarta.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA