Ketua Konsorsium LSM Kolaka, M.Nasrul Massi. RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara – Konsorsium LSM Kolaka menggelar aksi protes di DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (15/7/2025), mendesak PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) untuk memenuhi enam pilar program prioritas (PPM) yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi tambang.
Ketua Konsorsium LSM Kolaka, M. Nasrul Massi, menyampaikan tuntutan tersebut secara langsung kepada pihak DPRD.
Keenam pilar PPM tersebut meliputi:
1. Pendidikan: Bantuan beasiswa, tenaga pendidik, perpustakaan desa, BLK/pengembangan keterampilan, dan fasilitas PAUD. Tujuannya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mutu pendidikan.
2. Kesehatan: Bantuan ambulans, sarana dan tenaga kesehatan, serta pelayanan Posyandu dan Polindes terpadu. Sasarannya meningkatkan akses dan mutu kesehatan.
3. Kemandirian Ekonomi: Bantuan pengembangan ekonomi kreatif desa, pengembangan kawasan wisata desa, permodalan usaha kecil dan menengah, sarana produksi pertanian, pengolahan hasil produksi masyarakat, akses pasar, pelatihan keterampilan, dan pelatihan kewirausahaan. Tujuannya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
4. Sosial Budaya: Pengembangan dan pelestarian budaya lokal, pembangunan fasilitas rumah ibadah, revitalisasi lembaga adat, bantuan sosial kelompok rentan, fasilitas kegiatan keagamaan desa, pelatihan mitigasi bencana, dan bantuan sarana seni dan olahraga. Tujuannya meningkatkan dukungan sosial, budaya lokal, dan keagamaan.
5. Lingkungan: Penanaman/pembibitan tanaman, rehabilitasi lahan, pelatihan konservasi lingkungan, dan fasilitas kader konservasi dan mitigasi bencana. Tujuannya memelihara kualitas lingkungan.
6. Infrastruktur: Bantuan fasilitas listrik desa, air bersih, sanitasi, jalan desa, dan pembangunan/fasilitas balai desa. Tujuannya meningkatkan ketersediaan dan pemerataan sarana prasarana dasar.
M. Nasrul Massi berharap DPRD Sultra dapat menindaklanjuti tuntutan ini dan mendorong PT CNI untuk segera memenuhi kewajibannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kolaka yang terdampak aktivitas pertambangan.
“Kami menilai PT CNI telah mengabaikan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasinya,” pungkas Nasrul.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar